Perjalanan Hidup: Jeans Ketat Bertuah

Tuesday, February 19, 2013




(gambar diambil dari sini)

Kali ini gue ingin bercerita tentang celana jeans KETAT yang sering gue pakai sehari-hari ke kantor. Tentang bagaimana celana jeans KETAT tersebut dibuat, bagaimana gue menyayanginya sepenuh hati, gue mandiin pake kembang tujuh rupa, dan gue ajak ngobrol setiap saat.

Sudah pasti itu bohong dong. #ditamparbolakbalik

Meskipun mungkin kisah berikut bukan termasuk kisah traveling yang jalan-jalan ke ujung lautan atau ke tanah tertinggi suatu pulau, namun gue rasa perlu menceritakannya. Karena toh, hidup ini sendiri pun adalah sebuah perjalanan kan? #tsaaahhh #panjang

Biar kelihatannya gue gak ada kerjaannya gini, gue sebenarnya adalah seorang pemuda yang sibuk. Iya, sibuk membasmi kejahatan dan membela kebenaran.  Seperti yang gue lakukan hari itu, seminggu lalu, setelah gue menuntaskan misi membasmi kejahatan perut keroncongan di Plaza Semanggi, gue pun hendak kembali menuju kantor dengan kendaraan khusus superhero masa kini: KOPAJA.

Sibuk dengan BB, gue memasuki kopaja dan langsung aba-aba duduk dibarisan tengah. Belum sempat meletakkan pantat gue yang aduhai, tiba-tiba, bapak-bapak dibelakang teriak:

“Awas mas! Ada ludah!”

Gue tentu saja langsung berdiri lagi karena kaget dan terperanjat. Yailah bahasanya.
Kemudian tanpa pikir panjang gue langsung duduk di bangku panjang paling belakang.

Bagai gayung bersambut, sepertinya ada yang begitu sumringah dengan kepindahan gue. Yaitu abang-abang pemberi selebaran pijat. Awalnya, gue biasa aja waktu dia kasih selebaran itu. Tapi, semenit kemudian ada hal yang aneh.

Abang-abang selebaran itu menyergap dengkul gue dan mulai memijatnya dan menggoyangkannya cukup keras! Syok dong gue! Dia terus-terusan bilang:

“Ini promo mas! Ini promo!” sambil terus-terusan memijat dan menggoyang-goyangkan dengkul gue.

“Saya mau turun mas! Udah mas! Saya mau turun!” jerit gue takut sambil berusaha menepis cengkraman kuat abang-abang selebaran itu dari dengkul gue.

Perlahan tapi pasti, gue merasakan ada sesuatu yang menjalar di paha kanan. Persis di saku celana dimana  gue menyimpan salah satu hp yang lain. Iya, sesuatu itu adalah tangan yang lagi asyik menggrepe paha gue dan berusaha menarik paksa hp yang ada di dalam sakunya.

Tapi rupanya, saking KETAT-nya celana jeans yang gue pakai, tangan itu benar-benar susah payah mengambilnya. Akhirnya si korban, gue, keburu sadar.

Panik, gue langsung berdiri dan teriak:

“MAU NGAPAIN LO?!!”

Abang-abang selebaran itu syok dan berhenti menggoyang-goyangkan dengkul gue. Dipikir dengkul gue itu bajaj kali ya digoyang-goyang.

“Gak bang.. gak…” kata orang yang duduk di sebelah gue.

Rupanya mereka berkomplot. Mereka, termasuk abang-abang selebaran dan penumpang sebelah serta orang yang meludahi kursi dimana gue duduk pada awalnya adalah sekawanan maling. Setelah itu gue langsung loncat turun. Meskipun berbahaya karena kopaja masih jalan meskipun pelan.

Masih syok dan deg-degan serta kebelet pipis, gue langsung mencari metromini menuju kantor… *gak kapok*


***

Masih cerita seputar  jeans KETAT.

Pagi ini. Baru hari ini. Masih fresh from the oven. Gue berada di stasiun Pondok Cina melakukan rutinitas weekday gue yaitu nungguin kereta.

Gak kok. Bukan mau jualan atau ngamen di dalam kereta. Apalagi malak penumpang sambil nyilet-nyilet tangan dan ngancam kayak gini:

“Kami manusia bu, pak, om, tante. Hargai suara kami. Kami lebih baik melakukan ini dari pada mencopet atau merampok, bu, pak…” kemudian siletnya ditelen.

Gak, gue gak akan melakukan itu kok. Gue cuma mau pergi ke kantor.

Kembali lagi ke fokusnya.

Jadi, setelah kereta datang dan gerbang terbuka, gue masuk secara eksklusif sembari makan gethuk (jajanan yang terbuat dari singkong, khas Jawa, - red).

Yah, namanya juga kereta di jam-jam padat, pasti  banyak dong yang berebutan mau masuk dan berdesak-desakan sambil dorong-dorongan. Kebetulan gue lagi sangat sangat santai sambil ngunyah sampai tiba-tiba gue merasakan hp gue yang sama, di kantong yang sama, di celana jeans KETAT yang sama, kembali ditarik oleh tangan jail tak bertanggung jawab. Lagi. Gue jadi korban percobaan curanpe. Pencurian hape.

Berhubung gue orangnya sigap, gue langsung menabok secara elegan tangan orang tersebut dan memasukkan kembali hp gue yang hampir hilang itu. Sejujurnya sih pengen gue teriakin MALING MALING, terus dia ketangkep, terus digebukin sama penumpang lainnya dan gue cuma ketawa-ketawa setan aja.

Tapi berhubung gue orangnya gak tegaan dan hp gue toh belum jadi terambil, gue menahan kekejian pikiran gue itu dan cuma melihat maling tersebut dengan tatapan para pemain antagonis di sinetron-sinetron Indonesia. Rupanya, tatapan setan itu cukup ampuh buat efek jera dan menyebabkan si maling turun di stasiun berikutnya.

Again, gue merasa terselamatkan oleh celana jeans KETAT ini yang gue beli hanya kurang dari seratus ribu saja.



Moral of the story is:
1. BEWARE! Masih banyak maling berkeliaran! Ingat kata bang napi: WASPADALAH! WASPADALAH!
2.  Perbanyaklah beli dan gunakan celana jeans KETAT demi keamanan gadget Anda.
3. Efek samping untuk pria: bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di daerah segitiga Bermuda untuk pemakaian pertama. Untuk pemakaian selanjutnya, tetap sama. Tahan-tahan aja lah. HAHAHA
4.  Efek samping untuk wanita: kayaknya gak ada, paling engap aja sih ya.

Disclaimer:
Tulisan ini dibuat bukan untuk menakut-nakutin kamu, iya, kamu, untuk naik kendaraan umum. Tulisan ini dibuat untuk meningkatkan kewaspadaan kita terhadap oarng-orang yang masih belum mendapatkan pencerahan di luar sana.

Ingat!

Segala jenis perbuatan baik tidak akan sia-sia dan segala jenis perbuatan buruk, akan mendapatkan balasannya.

Sekian. Wassalam.

WASPADALAH! WASPADALAH!

You Might Also Like

9 komentar

  1. Belum lengkap, kudunya jeans malaikat itu foto aslinya ditampakin. hahaha. btw, ini menghibur! *lagi suntuk di tengah deadline #eh :p

    ReplyDelete
  2. Bahahaha bungcudh ceritanya. Ngakak gue!

    ReplyDelete
  3. Kantor gue gak boleh pakai jeans, broh :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. WIHIIII! Dimampiri blognya sama selebtwit dan penulis buku Rasa Cinta! *semoga ketularan ngetop*

      Delete
  4. hahaha.. selama gw naek angkot sering bgt ngeliat orang digituin, gw jg nyaris jd korban

    ReplyDelete
  5. keren mas brooooo...hidup celana ketat...ha..ha...ha...

    ReplyDelete
  6. keren mas brooooo...hidup celana ketat...ha..ha...ha...

    ReplyDelete

Silahkan komen yang baik, kalau gak baik nanti gua gebuk. Wekaweka.