Gunung Slamet: Jalur Pendakian Bambangan

Friday, November 22, 2013

Source: DISINI
Hae.

Udah pernah mendaki Gunung Slamet?

.....APAH???? BELUUUMM???!!!!

BABANG JUGA BELUM!!

.....ajakin dong.... :'(

Sejatinya babang ini berasal dari kampung yang mana menuju gunung Slamet tinggal selemparan tali kolor. Kalau pas dilempar kebetulan kolornya nyantel bus jurusan Cilacap-Purwokerto. Tapi, berhubung babang baru meletek masalah daki-mendakinya pas udah stay di Jakarta dan sekitarnya, walhasil mendaki Gunung Slamet masih jadi satu dari sekian daftar keinginan yang ada di wishlist-nya babang.

Tapi, ada satu orang temen babang yang udah pernah main-main di Gunung Slamet dan bahkan bikin catatan perjalanannya via Jalur Bambangan. Namanya Adriyano Louizzao. Doi juga nulis di blognya yang ini. Biar babang Jalan Pendaki sedikit berguna, babang ngadain yang namanya TukarBlog!

Apa itu TukarBlog?

TukarBlog adalah kondisi dimana salah satu postingan yang ada di Jalan Pendaki merupakan postingan lama/tulisan baru dari blogger lain yang rendah hati, tidak sombong, dan kece. Bisa jadi adalah tulisan kamu. Istilah kecenya, kontributor. Postingan di TukarBlog tentunya sudah dengan seijin si empunya yang punya tulisan, kalau tulisan tersebut adalah tulisan lama yang ada diblognya. Jadi, no plagiat disini ya~

Cuss langsung aja yak!

****



Jalur Pendakian Bambangan

Gunung Slamet terletak di Selatan kota Tegal atau utara kota purwakarta dan mempunyai ketinggian 3428 mdpl. Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi ke-2 di pulau jawa setelah gunung semeru. Gunung ini terkenal dengan hutannya yang masih sangat rimbun. Bahkan terkadang sinar mentari tidak mampu menembus pepohonan sehingga tanahnya menjadi lembab.

A. Transportasi
Semarang–Kendal–Batang–Pekalongan–Pemalang–Bantarbolang–Moga–Bambangan. Ketika pendaki mulai memasuki daerah pemalang maka akan terdapat sebuah jalan yang menuju ke arah purbalingga. Sebelum sampai di kota pemalang pendaki berbelok ke kiri ke arah bantar bolang. Setelah itu pendaki terus melaju ke arah moga. Di pertigaan moga jalan yang ke arah kiri adalah menuju purbalingga dan yang lurus ke arah guci. Pendaki akan mengambil jalan yang ke kiri dan menurun ke arah Bumiayu/Purbalingga. Setelah itu di pertengahan jalan antara moga dan purbalingga pendaki akan mengambil jalan berbelok ke kanan yang menanjak untuk sampai di desa bambangan. Jalan terbuat dari aspal hingga basecamp.

B. Informasi
1. Basecamp
Di jalur ini terdapat basecamp yang biasanya di gunakan pendaki untuk bermalam. Basecamp terletak Beberapa meter sebelum balai desa di sebelah kiri jalan.  

2. Registrasi
5 Ribu / Orang

3. Waktu Tempuh
8 – 9  jam perjalanan 

4. Mata air
Mata air hanya terdapat di Pos 5. Mata air di pos 5 adalah mata air permanen. 

C. Pendakian
Basecamp – Batas Vegetasi 
Pertama tama pendaki akan melewati jalan aspal hingga pintu gerbang pendakian. Setelah melewati pintu gerbang pendakian pendaki harus mengambil jalan yang berbelok ke kanan menyebrangi sungai. Ketika perjalanan ke puncak sungai harus terus berada di sebelah kiri. Setelah itu pendaki akan melewati kawasan ladang penduduk. Jalur di daerah ini cukup membingungkan. Sebaiknya pendaki berangkat pada waktu pagi hari ketika banyak orang yang sedang bekerja di ladang. Setelah itu pendaki akan sampai pada sebuah lapangan rumput. 


Di lapangan tersebut ada sebuah pertigaan. Ke kiri atau ke kanan sama saja karena jalur ini akan kembali menyatu sebelum melewati pos 1. Biasanya  pendaki mengambil jalan yang berbelok ke kanan karena jalan yang dilalui lebih mudah dan lebih jelas. Di tengah jalan pendaki akan melewati pos 1 yang masih terletak dikawasan ladang penduduk. Pos 1 kemungkinan sekarang sudah rusak. 

Beberapa menit kemudian pendaki akan sampai di hutan raya gunung slamet. Di perbatasan antara kawasan ladang dan kawasan hutan pendaki akan berjumpa dengan sebuah patok di sisi kiri jalan. Setelah itu pendaki akan memasuki hutan raya gunung slamet yang terkenal lebat. Perjalanan dari basecamp menuju batas vegetasi antara ladang dan hutan memakan waktu sekitar 60-90 menit.

Pintu masuk hutan – pos 5
Setelah memasuki hutan jalur yang dilalui akan sangat lembab karena cahaya matahari tak mampu menembus hutan gunung slamet yang lebat ini. Jalur yang dilalui hingga sampai pos 5 akan terus membentang di tengah tengah hutan gunung slamet. Setelah melewati pos 2 pendaki akan melewati 2 pohon besar yang terlihat seperti pintu raksasa. Konon katanya pintu tersebut adalah jalan menuju kerajaan ghaib gunung slamet. 

Setelah itu pendaki akan melewati pos 3 dan sampailah di pos 4 yang terletak di kanan jalan. Pos 4 bernama samarhantu yang berasal dari 2 suku kata yaitu samar dan hantu. Para pendaki biasanya menghindari untuk mendirikan tenda di tempat ini karena katanya tempat ini sangat angker dan banyak pendaki yang sering diganggu makhluk halus ketika bermalam di tempat ini.

Sekitar 15 menit dari samarhantu pendaki akan sampai di pos 5. Di pos 5 berbeda dengan pos pos sebelumnya. Di sini ada sebuah bangunan yang dapat digunakan pendaki untuk bermalam. Di depan pos 5 ada tanah yang cukup lapang untuk mendirikan tenda. Jika pendaki hendak mengambil air pendaki dapat melewati jalan menurun di sisi kiri jalur. Perjalanan dari Basecamp ke pos 5 memerlukan waktu sekitar 4 - 5 jam.


Pos 5 – Puncak
Untuk sampai di pos 6 pendaki memerlukan waktu sekitar 30 – 45 menit perjalanan. Jalur tidak lagi berada di tengah hutan slamet yang lebat.  Di pos 6 ada sebuah bangunan di kanan jalan yang dapat di gunakan pendaki untuk bermalam.

Ketika mulai beranjak dari pos 6 Jalur akan melewati rumput rumput hijau di sela sela pohon yang terbakar . Sekitar 30 – 45 menit perjalanan maka pendaki akan sampai di batas vegetasi antara hutan dan kawasan puncak gunung Slamet. Daerah ini sering di sebut plawangan yang artinya lawang atau pintu. Para pendaki mengartikan bahwa tempat ini adalah pintu menuju puncak gunung slamet. Di batas vegetasi pendaki akan berjumpa dengan sebuah in memoriam yang bertuliskan siti hajah.



Menuju puncak slamet jalan yang dilalui akan sangat terjal. Jalur yang akan dilalui pendaki mempunyai medan batu, pasir dan kerikil yang tentu saja sangat menguras tenaga. Di tempat ini tidak akan di jumpai tumbuhan karena tumbuhan tidak bisa lagi hidup di tempat yang terlalu tinggi. Setelah berjalan sekitar 90 – 120 menit maka pendaki akan sampai di puncak tertinggi gunung slamet. 

Sekitar 10 meter dari puncak pendaki akan menemui sebuah in memoriam yang bertuliskan surono. Surono adalah seorang pendaki yang tewas di puncak karena terjatuh dari jurang. Untuk menghormati kematianya maka namanya di jadikan nama puncak tertinggi slamet sehingga pendaki sering menyebutnya puncak surono. Perjalanan dari pos 5 ke puncak memakan waktu sekitar 3 – 4 jam



****

Nah, itu tadi info yang sangat bermanfaat buat gue pada khususnya dan semoga buat kamu-kamu semua juga pada umumnya. Udah kayak baca pidato belum gue?

Kalau mau kepo lebih lanjut tentang abang kece Adriyano Louizzao yang bahkan punya 16.000 member di Komunitas Pendaki Gunung, bisa follow di twitter @catatanpendaki atau mampir ke blognya di sini.

Oiya,

Tetep ya!

Take nothing but pictures.
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.

Happy Mountaineering! 

You Might Also Like

15 komentar

  1. Slamet itu bagian dari 3S kan? Slamet, Sindoro, dan Sumbing...

    ReplyDelete
  2. apaahhhh babang aceng yg rumah cuma selemparan tali kolor belom mampir ke gunung slamet? ckckckck paraaahhhh..buru jamahi bang hihii

    keren bgt lohhh sunrise disana, dr pos 5 dah oke dehhh (https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2988124358043&set=a.2971116292852.1073741827.1710115635&type=3&theater) #edisipamet

    ReplyDelete
  3. Menarik idenya nih, tukar blog, asal selektif, bukan malah nurunin pasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mamas senior! Sementara tukarblog emang dikhususin buat cerita pendakian soalnya gue masih minim mendaki. Hahaha

      Delete
  4. fisik fisik fisik... biar turun kaki gak pengkor... :D

    ReplyDelete
  5. Awal tahun (2014) ada yg mau nanjak gk nh gan??:D

    ReplyDelete
  6. udah jadi ke puncak slamet belom bang???

    buruan bang keburu uzur tu

    ReplyDelete
  7. kebetulan bulan depan insha Allah mau ke slamet, mau liat review dari blog nya bang acen tentang slamet eh ternyata yang nulis bukan bang acen. Pas baca tulisannya berasa bgt bedanya, gak semenarik tulisan nya bang acen -..-

    ReplyDelete
    Replies
    1. minggu depan mau ke sana, jadi baka ada tulisan sendiri soal ini hahahhaha

      Delete
  8. Tanggal berapa bang kesananya ?kali aja bisa barengan hhehe

    ReplyDelete

Silahkan komen yang baik, kalau gak baik nanti gua gebuk. Wekaweka.