Tentang Nama Yang (Gak Jadi) Berubah

Sunday, November 03, 2013


~Apalah arti sebuah nama~

Katanya.

Tapi gue gak sepenuhnya setuju--malah bisa dibilang gue gak setuju. Nama itu penting. Berarti.

Contohnya gini,

Once upon a time, ada seorang temen yang nyeritain tentang temennya di Tegal yang notabene mother language yang digunakan adalah Bahasa Jawa. Si temen gue bilang, kalau temennya itu bernama runtah. Kontan gue ngakak sekaligus ngerasa gak enak gitu, such a guilty pleasure.

Mau tau kenapa?

Karena dalam Bahasa Jawa (kasar) runtah artinya adalah sampah. Yak benar! eS-A-SA-eM-Pe-A-PA-Ha. SAMPAH. SAMPAHHH!!! YA ALLOOOHHH!!!

Akhirnya si anak--runtah--ini jadi bulan-bulanan temen-temennya semasa hidup. Tau dong, kalau anak kecil itu kan mulutnya pada kayak setan. Tega banget kalau ngejekin atau ngebully temen-temennya. Gue gak ngerti lagi deh apa yang ada di dipikiran orang tua si runtah itu waktu ngasih nama anaknya. Apa iya mereka bercita-cita ngejadiin anaknya sampah?

Ngomong-ngomong tentang nama.

Dulu gue memberi nama si babang ini jalanpendaki.com bukan tanpa alasan. Tanpa mengurangi banyak rasa hormat gue kepada para pendaki senior, para pendaki beneran, dan para pendaki abal-abal (kayak gue), jalanpendaki.com hadir dengan mengusung cita-cita mulia bercerita tentang kejadian lucu, menarik, faktual, sensual, dan (terkadang) membual tentang dunia pendakian yang gue geluti secara tidak serius. 

Selain karena gue sesungguhnya tidak tergabung dalam aliansi Pendaki manapun dan menjadikannya sebagai hobi semata. Hobi yang membuat gue jadi keranjingan.

Nama jalan pendaki ini sebenernya terinspirasi dari film kartun Naruto. 

Iya, iya, gue emang Naruto wota garis keras. *ngawur* *kage bunshin no jutsu*

Naruto kan punya moto hidup yang kece, yaitu, it's my ninja way! Dari situlah, gue mencetuskan nama Jalan Pendaki dengan maksud dan tujuan its my mountaineer way! 

Dengan tagline: More than mountaineering! menjadikan gue dan babang jalanpendaki.com (sebenernya) bebas bercerita apa saja selain tentang dunia mountaineering. Makanya kadang ada postingan curcol, postingan galau, postingan bikin sirik, dan postingan ngawur yang kesemuanya masih ada hubungannya sama traveling.

Tapi, lambat laun babang Acen mulai goyah. Imannya kepada jalanpendaki.com yang telah dipupuk hampir setahun ini mulai rapuh. Postingan juga lambat laun makin ngawur meskipun masih seputar traveling yang gue lakukan. 

Selain beban dari mengemban nama pendaki (yang gue labeli sendiri) mulai berat, gue juga perlahan merasa mulai harus berlaku adil pada blog gue mengingat gue akhir-akhir ini udah (agak) murtad dari mendaki-daki gunung. Alasan lainnya sih, labil dan ngeri dikeroyok sama pendaki beneran. Belum lagi kalau jadi bahan bully-an mereka macem si runtah itu tadi. Belum lagi.... #rauwisuwis.

Jadi, karena basa basinya kepanjangan, gue to the point aja. You will no longer see jalanpendaki.com soon as its name. Gue tau ini sedih, berat banget sebenernya meninggalkan nama Jalan Pendaki. Tapi harus gue lakukan sebelum digugat sama yang lebih pantas menyandang label pendaki.

BUT HEYYY!!!!

Setelah dipikir-pikir lagi, setelah susah payah gue besarkan si babang, setelah survey sana sini, dan didukung sama banyak pihak, akhirnya GUE GAK JADI NGEGANTI NAMA babang jalanpendaki.com. CATAT. Mengenai pikiran-pikiran sempit yang asalnya dari otak gue sendiri, sekarang udah bisa gue tangani.

Oke, ini memang sebuah pembenaran, tapi, jalan pendaki bisa berarti banyak hal. Misalnya jalan gue menuju jadi pendaki sejati, atau jalan gue yang kepengen banget jadi pendaki tapi gini-gini aja. Atau jalan gue dalam mendaki kehidupan ini. Atau sebut saja ini adalah jalan gue untuk meraih cinta karena gue adalah si pendaki cinta. Halah.

Tapi tetap ada sedikit perubahan sih. Biar fair, tagline si babang akan gue ubah menjadi: Jalan-jalannya Pendaki abal-abal. Fair enough, okay?

Babangnya gak berubah. Cuma tagline-nya. Tetap kece, ganteng, dan nggilani. Tetep ngebahas gunung dan dunia pendakian. Tetap banyak ghibah gak penting. Tetep bikin sirik. Tetep ngawur. Tetep down to earth. Tapi sekarang lebih merasa bebas cerita apa aja!

MIHIIIIIWWWWWW!!!

*joget pantura* *baca yasin*

PS:
........Anyway, itu fotonya emang gak nyambung. Udah gak usah banyak nanya!


You Might Also Like

23 komentar

  1. Jadi ingat teman SD-ku dulu ada yg namanya: Nasib, sama satu lagi namanya: Kodrat. Nasib & Kodrat duduk semeja, dan mungkin sudah nasib dan kodrat mereka jika kemudian keduanya sama2 tinggal kelas.. :/

    Btw semoga ganti nama maka rejekinya juga berubah.. lebih lancar! #aamiiiiiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. AMIIINN!! Makasih doanya mamas badai! *tarik-tarik jambangnya*

      Delete
  2. Kalau ganti nama harus bancakan loh ya hahha

    ReplyDelete
  3. Iya deh iya ganti nama.
    asal ada syukuran hore-hore, aku mah ikut aja deh.

    ReplyDelete
  4. Top banget (y)
    kalok menurut ane memang jangan diganti sih.
    soalnya kan sudah jadi indentity dari mas nya sendiri.
    Denger kabar ini ane jd lega
    btw, kunjungi blog ane juga ya gan. Kasi feedback dan saran gituu. Matur Nuwun

    http://travelshroom.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Tuhaaaan... ada yg support jalanpendaki lagi. Makasih banyak lho mas :'))

      I heart you :*

      Delete
  5. Lagi pula setiap nama itu kan bisa berbeda maknanya jika dilihat dari sisi lain. Mendaki itu ga melulu mendaki gunung, kehidupan juga kadang memaksa kita untuk mendaki. Mendaki tantangan demi tantangan, sampai kita berada di puncaknya.

    ReplyDelete
  6. Pendaki memang terdiri dari banyak jenis manusia. Tapi tenang gan, "Pendaki sejati tidak merendahkan orang lain untuk menaikkan harga dirinya"
    Kalo ada yg menggugat anggap aja sebagai pelajaran
    Lanjutkan jalanmu !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiw. Makasih lagi gan atas dukunganmu! :* :*

      Delete
  7. gue nggak bakalan kasih dukungan ke elo. takut gue sama :* mu itu. sory, ane lebih suka :* nya cewek dari :* cowok. . . terserah lo mau ganti atau nggak. eeee,,, tapi kok kayak ada yang aneh ya? ? ?

    ReplyDelete
  8. MAS/OM/BANG/PAK DE,PAK ACEEENN .. akuuuh nyontek sedikit dari gambarnyaaa yah... sebenernya sih nyontek keseluruhan dari kalimat yang digambarnya :D .. boleeeh yaaah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bolehhhh.. kasih credit tapi yak :p

      Delete
    2. hahahahaaaaa klo inget yak :p *lalu pura2 lupa*

      Delete
  9. hahhhhhhh ganti nama????
    bikin bubur merah + bubur putih dong....
    ahahaha lumayan buat ganjel perut :P
    apapun namanya apapun tagline-nya, tetep nomor wahidddd...
    sukses selalu!!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you aa sandy udah selalu dukung akoehhh

      Delete
  10. Sebenernya tagline "more than mountaineering" itu sesuai dengan jalan pendaki yg bang Acen deskripsikan lhoo..
    kan bang Acen bilang kalo maksud mendaki itu bisa jadi mendaki kehidupan, cinta karir, dll..
    nah, "more than mountaineering" kan berarti pendakian yg dilakukan lebih dari pendakian gunung..
    dari awal penfsiranku tentang jalan pendaki dan tagline nya kayak gitu sih..

    tapi tetep keren kok walaupun diganti..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sebenernya postingan lama sih hehhee

      But thanks udah dukung! :D

      Delete

Silahkan komen yang baik, kalau gak baik nanti gua gebuk. Wekaweka.