Posted by : Acen Trisusanto Thursday, December 26, 2013

sumber

Semalem,

Gue sedih banget denger berita tentang kematian, aduh serem banget kata-katanya, denger berita tentang meninggalnya seorang remaja cewe berusia 16 tahun di Gunung Gede. Iya, meninggal di gunung. Sedih. :'(

Dengan berita semalem begitu, makin nambah lagi daftar orang-orang yang meninggal di gunung, yang ketauan sama media. Yang belum ketauan mungkin masih lebih banyak.

Gue menyoroti meninggalnya Shizuko Rizmadani, remaja cewe tadi yang meninggal di Gunung Gede, gunung yang kata kebanyakan pendaki yang gue temui adalah gunung yang paling cocok buat pemula kayak almarhumah. Tapi nyatanya? Gak boleh banget deh nyepelein gunung.

Paling bikin sedih, Shizuko meninggal karena diduga HIPOTERMIA. Silahkan cek berita selengkapnya di SINI. Berita terbaru dan paling akurat ada di TL @ndaychyd yang udah gue retweet di TL @acentris. Sumpah, gue cuma bisa nahan nangis. :(((

Again, semoga Shizuko diterima di sisiNya. Yang tenang di sana ya dek. :'(( #PrayForShizuko

***



Dulu, pernah denger lagunya Gita Gutawa yang Parasit ndak sih? Nah, ada salah satu liriknya: ~~~hipotermia di kutub utara~~~

Jadi hipotermia ada hubungannya sama sesuatu yang dingin. Bisa tatapan yang dingin, hati yang dingin, bisa juga pacar yang semakin dingin. Halah.

Pertama-tama, apa sih Hipotermia (Hypothermia) itu?

Pada dasarnya, hypo (rendah), thermia (panas), bisa diartikan sebagai suhu di bawah panas rata-rata tubuh. Suhu tubuh yang jadi abnormal. Gampangnya, hipotermia bisa diartikan kita mengalami kedinginan yang hebat. Tapi memang, kedinginan gak serta merta bisa dibilang hipotermia karena ukuran hipotermia adalah merosotnya suhu tubuh karena kehilangan panas yang begitu cepat. Kategori Hipotermia dimulai ketika suhu tubuh kita udah mulai berada di bawah 35 derajat Celcius.

Suhu di gunung bahkan bisa mencapai 0 derajat Celcius. Wajar banget kan kalau banyak kasus hipotermia di gunung?

Penyebab Hipotermia

Udah jelas dong, penyebabnya karena dingin. Suhu antara minus 1 derajat sampai 10 derajat celcius. Kehilangan panas tubuh. Karena kita lagi ngebahas gunung ya pasti salah satu penyebabnya adalah manjat gunung pas lagi musim hujan atau musim kemarau.

Gunung itu dingin loh. Pake banget. Kalau musim hujan, meskipun gunung jadi lebih 'hangat' dari musim kemarau, tapi semisal keujanan dan badan tetap basah, itu juga bikin panas tubuh perlahan menghilang. Apalagi di musim kemarau. Biarpun siangnya panas, malamnya bisa dingin luar biasa. Pagi-pagi bahkan kita bisa liat embun yang udah berubah jadi batu es.

Tapi perlu diinget, Hipotermia ini bukan serangan utama yang bikin meninggal, kalau ditangani dengan bener, bisa aja diatasi. Yang ngekor di belakang hipotermia ini yang parah, yaitu, hipoglisemia, alias kurangnya gula darah, yang berefek bikin badan makin drop karena kehilangan energi.

Ciri-ciri Hipotermia

1. Biasanya diawali dengan tangan dan kaki yang mulai berasa dingin dan kebas
2. Menggigil gak kelar-kelar
3. Gemeteran, gerakan jadi super pelan, mau gerak aja jadi males karena super dingin, bahkan sampe tangan/kaki gak bisa digerakkin, bahkan napas aja kadang jadi beraaaaat banget
4. Gak bisa mikir dengan baik, ya gimana mau mikir yekan, yang ada cuma gimana caranya dingin ini bisa hilang

Kalau nemu temen yang lagi dalam kondisi begitu, plis banget segera ditolongin yak!



P3H - Pertolongan Pertama Pada Hipotermia

1. Kalau masih dalam tahap hipotermia ringan, ajak teman kamu ke tempat kering, buat api unggun lalu nongkrong bersama doi di sana. Ajak ngobrol, ajak curhat, biar makin anget dan lupa sama dingin.

2. Ganti baju yang kering, baju basah tentunya bakal bikin kondisi temen kamu makin parah. Pakai jaket yang tebel-tebel atau berbahan dasar polar yang anget. Tutupi semua titik-titik vital yang gampang jadi dingin kayak telapak tangan, punggung, telapak kaki, kuping, dan leher. 

Oiya, jangan pakai jeans. Selain bikin berat dan gak bisa bebas gerak, celana atau apapun yang berbahan dasar jeans JUSTRU gampang nyerap dingin. Percaya deh.

3. Kasih minum-minuman hangat kayak teh, jahe seduh, susu, asal jangan bir. Yakali. Emang sih, minum-minuman keras bisa bikin efek hangat sama badan kita, tapi juga bikin kita gak sadar diri. Kelamaan gak sadar, tau-tau udah di surga kan gak lucu juga.

Hipotermia biasanya komplikasi juga sama dehidrasi, jadi ada bagusnya juga kasih minum air gula anget atau oralit, yang penting dijaga tetep anget biar gak kehilangan cairan tubuh. Soalnya begitu kena hipotermia, cairan tubuh pasti bakal berkurang secara otomatis buat menghangatkan tubuh kita sendiri.

4. Juga makan-makanan yang bener. Duh, kebanyakan pendaki (termasuk gue) demenannya bawa mie instan sik kalo manjat. Hmm, mulai sekarang selain bawa mie instan kalau bisa beli nasi jadi juga yak. Biar ada energi ekstra dan menjaga kalori tubuh. Nugget juga gampang kok dibawa. Sop-sopan juga gampang. Bisa lah ditambah menu makanannya buat manjat.

5. Istirahat yang cukup. Kalau udah capek banget bergerak, berhenti aja dulu. Tapi tetep, usahakan cari tempat yang kering itu tadi yak. 

6. Kalau udah hypo yang mayan parah, jangan lupa peperin minyak kayu putih yak. Minyak kayu putih. Atau minyak gandapura (tambahan dari abang nauvel via twitter). Jangan balsem, pengalaman gue, kalau dipeperin balsem malah jadi dingin, katanya balsem itu mengandung menthol.

7. Penanganan paling efektif adalah kasih panas secara langsung. Bukan, bukan dengan disirim air panas. Bisa melepuh badan orang dong. Udah macem KDRT ntar. Tapi, bisa ngompres langsung pake botol atau kompres air panas di sekitar ketek, perut, dada, dan selangkangan.

8. Kalau udah sampe parah banget, bugilin anaknya. Iya, bugilin. Dan kamu juga harus bugil. Lah? Kok bisa? 

Soalnya, itu satu-satunya cara buat mentransfer panas tubuh kamu ke temen kamu yang hypo. Jadi, temen kamu yang udah bugil itu dimasukin ke sleeping bag dan kamu juga harus masuk di dalamnya. Peluk dia sampe badannya jadi hangat.

Kalau udah keterlaluan hyponya, mau gak mau harus posisi sandwich. Maksudnya, yang bugil tiga orang. Jadi si temen kamu yang hypo ini, harus ada ditengah-tengah kamu dan temen kamu yang lainnya. Biar makin cepet transfer panasnya. 

Ih, tapi kan. Tapi kan....

Gak ada tapi-tapian, ketimbang temen kamu lewat!

Pencegahan Hipotermia

Sedia payung sebelum hujan itu selalu berlaku dalam kondisi apapun. Pencegahan emang selalu lebih baik ketimbang mengobati. Obat biayanya lebih mahal, cyin!

1. Karena udah sadar lagi mau manjat gunung, bawa perlengkapan yang super komplit! Apa aja? Bisa diliat di postingan gue yang INI. Paling penting adalah, bawa baju ganti yang memadai, apalagi pas manjat di musim hujan. 

2. Bergerak bareng-bareng dalam tim. Jadi kalau ada apa-apa bisa langsung ketauan.

3. Aklimatisasi (penyesuaian tubuh terhadap lingkungan), caranya ini yang gue masih agak gaib. Biasanya tubuh kita sendiri yang paling tau pas kita udah mulai kedinginan kita harus gimana, pas kepanasan, kita harus gimana.

Tambahan dari bang Lalu Ahmad (liat komen di bawah): Cara Aklimatisasi >> Di gunung ada desa terakhirnya kan? Percayalah kalau di gunung pasti ada desa terakhir (maksa), Nah pendaki wajib kalo bisa, nginep sini semalam. Sehari semalam juga boleh. Apalagi mandi pakai air di desa terakhir. Tubuh langsung adaptasi sama cuaca. Kalau pendaki indonesia mau menggunung ke Himalaya, cari tahu info desa terakhir di Himalaya itu ketinggian berapa? Kalau lalu simulasi dulu nginep di ketinggian segitu. Contoh kalau ke Aconcagua nginepnya di Arjuna-welirang. 3-7 hari.

4. Jaga kondisi tubuh segimana pun caranya biar tetep kering dan anget. Dikit-dikit peluk pacar atau gebetan kalau perlu. Tapi harus main cantik, biar gak digebuk sama jomblo-jomblo di luar sana (termasuk gue)

4. Posisi tidur di tenda

Inget ya, dingin itu nyerang pertama kali ke titik-titik berikut ini: telapak tangan, punggung, telapak kaki, kuping, dan leher, pastikan ketutup rapet. Pake kaos kaki tebel, sarung tangan, kupluk, jaket, sleeping bag, sarung, apa aja yang bisa bikin anget pas waktu tidur. 

Bisa juga sama tidur empet-empetan, peluk-pelukan, atau tindih-tindihan (yakali), cara ini ampuh lho biar gak dingin. Asal jangan pake modus aja. Ngahahhaa. empet-empetan atau peluk-pelukan sama temen, kita bisa ngerasain hangat yang keluar dari dalam tubuh kita. Biasa dipake kok sama kalangan pendaki, apalagi kalo kondisinya lagi dingin-dinginnya. Sante aja, kan bobonya pakai sleeping bag dan juga jaket tebel.

Jangan lupa liat sistem udara di tenda, kalau tendanya kayak tenda gue yang ada bolongannya di pinggir-pinggir ya, mau gak mau ditutupin. Jangan lupa juga bikin saluran air di sekitar tenda sebelum tidur, biar gak tergenang air pas ujan deres. 

Mungkin segitu aja dari gue mengenai hipotermia. Kalau tiba-tiba ada sesepuh yang lebih ngerti tentang hal ini kebetulan mampir kemari, boleh dong ditambahin kalau ada kekurangan dan kesilapan. 

Inget, harus tetap sehat. Tetap enerjik. Dan tetep kering supaya bisa naik gunung lagi! 

Naik gunung seru kok! Serius deh! Asal peralatan lengkap, tetap positif, dan persiapan prima! Oiya, jangan lupa juga pengetahuan survival di gunung dikit-dikit serta latihan fisik sebelum manjat. Pentil banget pokoknya!

Semangat!

Happy mountaineering!

------------------- 

Referensi:


{ 29 komentar... read them below or Comment }

  1. Bravoooooooooooooooooooo,,,,, gue makin tahu tentang perHipotermia, dan jurus bugil itu gue juga tahunya dari tipi-tipi ^^
    tapi gue juga belum siap naik gunung hehe....

    berdoa saja buat Shizuko, may she rests in peace.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bravooooo!!! *puk puk dada sendiri*

      Still, #RIPShizuko :'((

      Delete
  2. Gak habis pikir betapa berita di media itu bisa sangat melenceng jauh ya :(

    #RIPShizuko

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya media mass.. Jauh2 banget sih gak. Tetep #RIPShizuko

      Delete
  3. Iya bang, gunung itu dingin...untunglah pas ke gede gak malu minta tolong waktu kedinginan. Nemplok skin to skin emang ampuh menghalau dinginnya badan ( dan hati )...

    ReplyDelete
  4. denger begini, saia tambah takut ke gunung,,(-,- )zzZZZZZZ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah, saya di bawah pan udah bilang naik gunung itu serruuuuu -____-"

      Delete
  5. Aklimatisasi dilakukan dengan cara. 1. di gunung ada desa terakhirnya kan ? percayalah kalau di gunung pasti ada desa terakhir (maksa) nah pendaki wajib nginep sini semalam. sehari semalam juga boleh. apalagi mandi pakai air di desa terakhir. tubuh langsung adaptasi sama cuaca. kalau pendaki indonesia mau menggunung ke Himalaya. cari tahu info desa terakhir di himalaya itu ketinggian berapa? kalau lalu simulasi dulu nginep di ketinggian segitu. contoh kalau ke Aconcagua nginepnya di Arjuna-welirang. 3-7 hari. sekedar nambahin aja cen yang lebih pro silahkan diluruskan muehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. MANTAP om lalu!!!! Ntar aku tambahin di postingannya.

      Delete
  6. naik gunung sekarang emang jadi tren buat anak2 muda.. mirisnya kadang gak dibekali sm pengetahuan bergiat di alam bebas. kmarin pas denger ada yg meninggal di kandang badak, masih ada yg berkomentar "gak mungkin di kandang badak kena hipo, paling matinya kesandung akar" contoh yg gak tau apa-apa tentang hipotermia.. tambahan kalo ada yg kena gejala hipotermia.. salah satunya bisa ditangani dengan cara meletakkan air hangat di pangkal2 bagian tubuh misalnya ketiak, leher, selangkangan.. slebihnya udah lengkap dijabarin di atas.. semoga berguna infonya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih bang wahyuuu. Nanti ditempelin di postingan ya tambahannyaaa~

      Delete
  7. sangat bermanfaat lanjutkan!! ngehehe

    ReplyDelete
  8. Sebagai seoarang yang pernah naik gunung turut berduka juga atas meninggalnya Shizuko. Mudah2an dtrima disisi-Nya.
    Buat yang akan mendaki apalagi yang masih pemula , sebaiknya persiapkan diri fisik dan mental dengan sebaik2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali agan blogsukses ini. Latian fisik memang pentiiiillll bangaat

      Delete
  9. Super skali bung acen ini... Kunci utamanya 1..slalu Positif..baik thinking..acting..talking..even walking...

    Turut berduka tuk korban

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaaa ada kaka adit super mampiiierr. Kapan manjat bareng lagi??

      Delete
  10. Mantap pak, sangat bermanfaat, apalagi buat pemula seperti saya :) thanks ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama buk. Sering-sering mampir yak! :D

      Delete
  11. good for just info..setidaknya sebagai seorang pemula perlu adanya pengetahuan dan pembekalan juga dari para seniornya tentang pendakian.Jika kita ramah dan bersahabat terhadap alam,maka alampun akan ramah dan bersahaba juga terhadap kita.
    selain hypotermia ada juga penyakit MS alias demam/takut ketinggian..hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh, dulu gue juga takut ketinggian, abis sering manjat gunung, jadi gak takut lagi. Meskipun gak ilang2 banget sih. Mehehe

      Delete
  12. hai acen... salam kenal :)

    eheem.. untuk yang satu ini, ejie mungkin hampir kena ya? dan karena hampir, sewaktu ke lawu dan ada teman yang pun sudah ada tanda2 hypo, ejie jadi bisa menyikapinya, alhamdulillah. soalnya teman ejie mendekati kadar yang tidak semestinya.

    cara terampuh yang ejie gunakan, ya skin to skin buat yang hypo. alhamdulillah, teman ejie ngerti setelah ejie jelaskan (yg sehat). tadinya sewot sih mereka. ehhehe... buat temen yg ejie paksa, maap yeee... ngga maksud kok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai ejie, salam kenal! :D

      Wow pernah skin to skin yaaaa.. woooow.. :O

      Delete
  13. Ikut sedih juga buat Shizuko, pas dia dibawa turun, rombongan gue malah baru mau naik (bukan ke Gede sih, tapi ke Pangrangonya), kirain cuma pingsan doang, ternyata . . .
    Dan pas udah nyampe Mandalawangi taunya salah 1 anggota rombongan gue hypotermia juga, sempet panik sih, sampe udah nelpon ranger segala, tapi sebisanya kita tetep bikin tuh anak sadar, dari ditepok2in, ditempelin air panas yg dimasukin botol, sama suapin makan sama minum panas (yang sialnya cepet banget jadi dingin). Tapi untung tuh anak ga sampe lewat, jadi pas pulang anggotanya ga berkurang hehehe
    Pelajaran banget sih, baru kali ini ngapdepin langsung, tapi ga kapok kok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. jangan kapok, jadikan setiap peristiwa sebagai suatu pengalaman.

      Delete
  14. hiks,, Shizuko itu bisa dibilang adik kelasku. Walau terpaut beberapa tahun. Semoga amal dan ibadahnya diterima disisiNya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kesian kak. Moga diterima disisinya ya... :')

      Delete
  15. Kemarin aku habis pendakian ke Lawu (Hargo Dumilah) bang, dan apesnya kena hipotermia. Pertama tangan dingin banget, lama-lama kebas, aku biarin aja (tindakan konyol). Sambil nungguin tim bangun dome aku meluk temen aku tapi nggak ada kenaikan suhu yang signifikan malah lama-lama menggigil. Setelah dome selesai dibangun langsung masuk sleepingbag berharap anget dan bangun-bangun nggak dingin lagi (sekali lagi, tindakan konyol). Tapi baru tidur beberapa saat malah menggigil hebat, tangan mati rasa. Temenku setenda langsung pegang tanganku diangetin, ditiup-tiup, dipeluk, nggak mempan! Tetep menggigil hebat, bahkan stengah sadar.Lalu doi cari bantuan dari anggota cowok. Langsung dikasih jaket, kaos kaki, sama sarung tangan buat dobelan (yang minjemi jadi nggak berani keluar tenda, ampuni dirikuuu....) juga dikasih minuman panas, dijaga kesadaranku juga. Lumayan anget dan bisa tidur sementara dan bukan selamanya.
    Kesalahanku bisa sampai hipotermia adalah udah pake jaket dari pos tiga, ngersa kedinginan karna berhenti bergerak. Juga karna mengabaikan gejala hipotermia.
    Terimakasih banget buat timku. Bisa wassalam kalau tanpa mereka.
    Oh iye bang, ini blog candu banget XD

    ReplyDelete

Komen dong encang, encing, nyak, babe, mas, mba, gan, bro, sist, pak, bu. Sekian dan terima saweran berupa alat mendaki gunung dibayar tunai. Sah? Sah....

DIBACA PLIS

Tulisan, foto, apapun dalam blog ini adalah milik @acentris kecuali diambil dari sumber yang telah disertakan sumbernya. BOLEH mengambil sebagian atau keseluruhan DENGAN SEIJIN saya dan atau mencantumkan SUMBERNYA.

Saya baik, kan?

Thanks

Jalan Pendaki Bener

Jalan Pendaki Bener

Proudly Part Of

Proudly Part Of

Official Partner

Official Partner

Official Partner

Official Partner

Follow by Email

Author

My Photo

Ini Acen. 

Panggil aja gitu.

Gue ini pendaki gunung tapi takut segala jenis reptil mulai dari ular, kadal, kadal yang kayak ular, ular yang mirip kadal, dan kura-kura. Bukan takut sih, geli aja. Bhay!

Jalan Pendaki on FB

- Copyright © Jalan Pendaki -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -