Malacca: Dari Malacca City, Jonker Walk, sampai Masjid Selat

Sunday, December 15, 2013



"Mau ikut ke Jonker Walk gak?"

"Anu... apa itu?"

"HIH! Itu tenar banget di Melaka!"

"Belum setenar gue tapi, kan?"

"Lo siapa?"

*gebuk*

-------------------------------------------

Masih termasuk dalam Malaysia Heritage The Series sekaligus menjadi salah satu tempat yang gue datengin juga di rangkaian acara Malaysia Tourism Hunt 2013, Melaka atau Malacca adalah satu dari sekian negeri di Malaysia, yang, musti banget didatengin!

Terutama, kalau kamu pecinta sejarah. Soalnya, Melaka udah dinobatkan jadi salah satu situs UNESCO HERITAGE SITE sejak 7 July 2008.

Melaka atau Malacca adalah Negeri (state) terkecil dari 14 negara bagian dan 3 wilayah persekutuan yang ada di Malaysia setelah Perlis dan Penang. Melaka ini letaknya di segitiga emas, halah, strategis banget gitu, kepleset arah Selatan langsung ketemu Johor Bahru, kepleset ke Utara, langsung ketemu Negeri Sembilan. Kalau mau jalan-jalan ke sana jadi ringkes yekan.


Banyak banget yang bisa diliat di Melaka. Salah satunya kincir air di atas. Kece bukan? Itu ada di riverside Melaka. Di pusat kotanya, bakalan ketemu sama menara paling ngehits, Menara Taming Sari. Dari Menara yang berputar ini, kita bisa ngeliat Melaka City dari ketinggian. Gak perlu pake mendaki gunung segala.




Jonker Street -- Jonker Walk
Jonker Walk ini adalah pusat keriaan di Melaka yang banyak dicari-cari sama turis, backpacker, traveler, pejalan, para pencari gratisan, orang numpang, locals, you name it. Pada dasarnya, Jonker Walk ini sih Pasar Malem. Jadi kalau mau ngerasain hits-nya pasar malem di Melaka ya bisa main ke Jonker Walk ini. Meskipun pasar malem, yang gue bilang tadi, Melaka itu tempat ngumpulnya bangunan tua peranakan, nah, jadi ini pasar malem dengan nuansa ala-ala jaman dulu. Lokasinya gampang dicari, deket sama Menara Taming Sari.





Muter-muter di Malacca City sejam dua jam kayaknya cukup buat ketemu bangunan-bangunan bersejarah yang mungkin bisa bikin kamu mangap-mangap sama arsitekturnya. Jalan lurus dikit ikutin keramaian, bakalan ketemu sama bangunan-bangunan ini:






Bonus odong-odong kembang-kembang

Jangan lupa juga buat ngerasain sunset yang dramatis dan melankolis di Melaka Riverside kayak gini, masih selemparan kolor di Malacca City. Deket kok!





Masjid Selat (Malacca Straits Mosque)
Harus banget mampir ke Masjid ini kalau pas lagi bertandang ke Melaka. Seperti masjid kebanyakan, masjid ini berfungsi buat solat. Yakali buat dipanjat. Tapi ada fungsi lainnya, buat background foto-foto atau pre wedding juga cakep, soalnya ini masjid....

dibangun DIATAS PANTAI. *kelelep*

kalo ini foto asli dari hape gue

Ini kebetulan airnya lagi surut aja, kalau airnya pas lagi pasang, masjidnya kayak lagi ngapung! Gue sih betah banget di masjid ini. Masjidnya bikin betah.... buat foto-foto.




Masih banyak lho kegaduhan yang ada di Melaka. Tunggu cerita selanjutnya yak!

Ngihuy!

--------------------------------------
Disclaimer:
Karena pas ke Melaka kamera gue Nikon CoolPix L120 gue baterenya soak, *nangis*, jadi foto tanpa logo jalan pendaki, adalah milik www.kirkanatomy.com. Thank you!
-------------------------------------

You Might Also Like

6 komentar

  1. duh... jadi kangen Melaka
    belum puas dimari, dulu cuma 4 jam doang haha
    sekedar mampir

    ReplyDelete
  2. Kak acen.. kita ketemu di acara bukune kemarin tanggal 15 desember :) ... aku belum pernah ke malaka.. malah sibuk ubek ubek penang...

    oia kak.. main main di nyunyu.com yaa kak.. lagi ada acara lomba nge blog..
    barangkali kakak tertarik

    http://www.nyunyu.com/main-article/detail/artikel-berhadiah-apa-cerita-kamu-tentang-nyunyu

    terima kasih kak

    dan salam kenall

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh hai kak barlieve! aku lupa kakak yang mana.. huhuhuhu... *digebuk*

      Anyway, makasih info lomba blognya dan makasih udah mampir! :D

      Delete
  3. Malaka kalo dalam memory gw tuch nongkrong di cafe tepian sungai, ditemani kopi + pancake + rokok itu juara banget sambil memandangin bangunan tua nya yg masih lestari ;-)

    ReplyDelete
  4. Mas, kalo mau ke mesjid selat Melaka dari area bangunan merah naik apa yah apakah ada transportasi umum?

    ReplyDelete

Silahkan komen yang baik, kalau gak baik nanti gua gebuk. Wekaweka.