Gunung Munara: One Day Hiking

Mas Harry, Nurul, Si ganteng, Ayu, Sandy, Apri yang motret

Pernah denger yang namanya Gunung Munara?

Daku belum pernah.

....4 minggu lalu.

Kesibukan yang mendera akibat pekerjaan yang tiada henti, pesenan kaos #JalanPendaki yang meskipun masih pre-launching juga alhamdulillah mengalir terus membuat gue gak punya waktu cukup banyak buat ikutan trip ke Gunung. 

Gue harus dadah-dadah sama temen yang ngajakin ke Sindoro. Musti ngelap air mata pas di ajakin ke Garut. Dan hampir minta dikucilin di pulau terpencil aja pas di ajak ke Lawu.

TUHAN, cobaan ini pedih banget. SAKID, TUHAN! Sakid!

Tapi kemudian gue teringat sama suatu gunung yang bisa dijangkau dari Depok dengan cepat, bisa buat light hiking cuma setengah hari, tapi tetep menantang dan membuat senang.

Setelah berhasil merayu-rayu sambil mengancam akan membuka aib Mas Harry yang muncul di cerita Merapi, akhirnya daku, beserta Nurul, Ayu, Sandy, Aprie dan Mas harry, tancap gas ke Gunung Munara. Bisa dibilang ini ngetrip bareng sebagian geng Jalan Pendaki, pertama kalinya.

***


Gunung Munara atau lebih tepatnya gue bilang sebagai kebon-yang-bertambah-tinggi ini berlokasi di daerah Kampung Sawah, Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Gosipnya, ini gunung punya ketinggian sekitar 800-an mdpl. Tapi di pengukur ketinggian jam tangan Mas Harry, yang dia bilang mahal itu, ketinggian Gunung Munara cuma 300-an mdpl.

Berhubung kami memanfaatkan Mas Harry karena doi ada kendaraan pribadi, bisa nyetir pula, maka kami cuma cekikikan dan tau-tau sampai ke lokasi. Buat kamu yang gak punya temen se-awesome Mas Harry, kamu bisa mengandalkan motor atau angkot kesayanganmu. Pokoknya, tujuan utama adalah mencapai Pasar Parung, nanti, kalau dari arah Depok, kamu musti nyebrang ke kanan ada gang pasar dan masuk saja. Ikuti jalan, sampai lah ke lokasi. Takut nyasar? Tanya sama warga. End.


Karena Gunung Munara itu adalah kebon-yang-bertambah-tinggi, maka peralatan tempur yang wajib dikau bawa adalah lotion anti nyamuk. Terutama buat kamu yang berdarah manis kayak daku. Iya, daku gak cuma darahnya doang yang manis, tapi orangnya juga. *kemudian disemprot baygon*

Karena pendakian ini sifatnya lucu-lucuan, ini bisa dilakukan one-day-very-light-hiking. Artinya, logistik bawa secukupnya aja, toh ada warung di hampir setiap pos yang jualan minuman dan makanan meskipun harganya agak mencekik batang leher anak kosan, tapi, anggaplah kalian berbagi rejeki, jadi gak akan mencekik lagi. Juga, gak usah terlalu rempong bawa baju sampai 15 setel seperti yang biasa gue lakuin setiap manjat gunung, cukup bawa baju yang bisa dipakai foto-foto dengan kecenya, kayak gini, misalnya:


Anyway, itu baju di atas dijual loh. Keren kan? Original Productnya #JalanPendaki tuh! Minat? Pesen aja! ..................#lah #malahjualan 

oke, fokus cen.

Jadi, dari kaki Gunung Munara sampai ke Puncaknya, kita cuma memerlukan waktu 2 jam. Itu udah pake foto-foto loncat-loncatan segala. Oiya, tapi namanya gunung, meskipun macem kebon, mulut tetep harus dijaga yah. Soalnya, kejadian saat itu, gue lupa siapa yang ngomong, sebut saja--gue sensor yah biar gak terlalu vulgar--, sebut saja A*yu atau Har*ry, gue lupa yang mana:

"Wah, jalanannya kayak gini sih, gak mungkin lah kita bisa nyasar." kata oknum yang disebut A*yu atau Harr*y tadi.

Pas di jalan turun, KAMI NYASAR SEJAM AJA DONG. *gebukin tukang rujak*

Tapi, overall, meskipun cuma ratusan mdpl, keindahan Gunung Munara, tiada bandingannya. 


Nah, itu Aprie yang pake kemeja item, giginya dipagerin





Koleksi baju #jalanpendaki, dibeli kakakkkk


Pada akhirnya, gue cuma mau bilang, Gunung Munara ini alternatif tujuan pendakian kalau dirimu gak punya waktu lebih buat mendaki. gak perlu ngecamp, gak perlu nyewa tenda, gak perlu bunuh-bunuhann sama temen soal pembagian logistik, dan kamu akan disuguhi pemandangan yang awesome!

Seperti biasa,

Take nothing but pictures.
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.

Happy mountaineering!

12 comments:

  1. baru tau neh,kapan2 mau kesana juga ah.makasih infonya ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Macamaaaa, bagus loh mbak viewnya. Suer!

      Delete
  2. alternative manjat dibulan puasa untuk yg kangen sama gunung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tul! Abis itu kalo pas manjat aus, bisa minum juga kan... :p

      Delete
  3. Sama...aku juga baru pernah dengar....eh, bagi kaosnya donk..hehe

    ReplyDelete
  4. Waaah Bang Acen dkk.. emang owsom..

    ReplyDelete
  5. mbak mbak mas mas mau beli kaosnya gmna cranya ya...hihihi

    ReplyDelete
  6. Rumpin? Ada Gunung toh di sana? Gue selalu lewat Rumpin kalo ke Bogor naek motor, kok gak engeh yak kalo di situ ada gunung.

    Boleh nih kapan-kapan Trail Run di sana. Thanks infonya, Bang Cen :D

    ReplyDelete

Komen dong encang, encing, nyak, babe, mas, mba, gan, bro, sist, pak, bu. Sekian dan terima saweran berupa alat mendaki gunung dibayar tunai. Sah? Sah....