Tentang Komunitas Jalan Pendaki

Monday, November 24, 2014

Yuk ikut yuk!

Mungkin mulai banyak orang bertanya mengenai Komunitas Jalan Pendaki yang tiba-tiba hadir di tengah maraknya komunitas pecinta alam atau pendaki gunung lainnya.

Komunitas Jalan Pendaki muncul karena keresahan, waelah bahasanya, karena seorang pembaca setia blog www.jalanpendaki.com yang ke-gep memplagiat sebagian isi dari artikel. Asyu memang. Tapi gue gak omelin sih, cuma mampir di facebooknya dan menyapa dengan halus tapi nancep:

"Ih, kayak kenal nih kata-kata..."

Kemudian dibalas:

"Maafin aku bang! Jangan hakimi aku!" Disertai dengan emoticon nangis-nangis masa kini.

"Tidak, aku tidak akan menghakimimu, aku akan memotong tititmu saat ini juga, nak."

Kemudian anak itu gantung diri.

.....di pohon bayam.

Nama facebook anak itu pun sangat alay masa kini, Aaid Screamonster. Namun sekarang, anak tersebut telah bertransformasi menjadi Ketua Umum dari Komunitas Jalan Pendaki yang semakin berkembang. Berkatnya, semua pembaca Jalan Pendaki, fans, dan apapun itulah sebutannya, kurang lebih mempunyai satu wadah yang sama dalam bersatu padu ngebully penulisnya, yaitu gue, Acen Trisusanto yang lemah tak berdaya sekaligus pendiam dan pemalu ini. Mereka jahat sama akoh pokoknya.

"Bang, kenapa lo gak jadiin Jalan Pendaki sebagai komunitas juga?" Pembicaraan tadi mengawali pembicaraan hangat gue dan Aaid setelah dia ke-gep kopas blog gue.

"Halah, mana ada yang mau join! Blog gak jelas begitu, hahahah..." jawab gue skeptis.

"Ya coba bikin aja dulu bang. Itu kan menurut pendapat lo, kali aja orang di luar sana ada yang pengen kenal lo lebih deket, pengen tau lo, pengen kenal pembaca lainnya juga..." katanya berusaha meyakinkan gue.

Kemudian membuat gue berpikir. Karena ada benernya juga ini kata-kata anak setan. 

"Gini deh, karena lo yang punya antusiasme dan semangat serta ide soal Jalan Pendaki Komunitas, lo yang bikin. Masukin gue di dalamnya. Karena ini komunitas Jalan Pendaki, bukan komunitas Acen." kata gue sok bijak, padahal aslinya gue males.

Jujur, berkomunitas bukan hal yang gue banget. I have no time for that. Mungkin karena kebiasaan gue yang selalu sendiri. #kemudiancurcol

"Bener ya bang?" katanya kegirangan.

Sesaat kemudian, muncullah grup whatsapp Jalan Pendaki yang hanya berisi gue dan Aaid. Romantis memang, tapi kami tidak ditakdirkan untuk bersatu. Dan dalam waktu kurang lebih 1 minggu, grup whatsapp yang kala itu hanya bisa diisi oleh 50 member, langsung penuh. HANYA DALAM WAKTU SEMINGGU.

Gue percaya gak percaya, merasa takjub sama fenomena ini. Cuma dari blog, muncul begitu banyak orang dari beragam latar belakang dan wilayah di Indonesia, yang mau join dalam sebuah komunitas, Komunitas Jalan Pendaki.

Lambat laun, Komunitas Jalan Pendaki terus berkembang. Gak cuma di grup whatsapp yang membernya menyentuh angka 100 orang, tetapi juga di grup Facebook yang sampai detik ini hampir mencapai 500 orang. Gak cuma Aaid dan gue yang tebar pesona tentang grup  ke temen-temen kami, tapi juga masing-masing member mulai menyebarkan soal komunitas Jalan Pendaki, sekaligus blognya, ke khalayak umum.

Gue, sebagai orang yang 'melahirkan' Jalan Pendaki bisa dibilang a proud papa.



Dimulai dari Kopdar Pertama Komunitas Jalan Pendaki pada bulan Juni 2014, komunitas ini mulai menapakkan kaki di jagat hiburan, ahelah, di jagat dunia maya maupun dunia nyata. Bisa dibilang, sebulan sekali kami berkumpul di Basecamp Jalan Pendaki (baca: kosan gue) bicara ngalor ngidul, mostly ngomongin gunung, ngomongin orang, dan ngebully gue.

Kemudian hal ini berubah menjadi semakin positif. Bukan, gue gak hamil kok. Tapi dari ngumpul-ngumpul gak jelas, kemudian terbentuk team pengurus harian, yang bahasa kerennya adalah, Koor Club Jalan Pendaki. Orang-orang yang mendedikasikan diri untuk membuat Komunitas Jalan Pendaki semakin eksis. Gue?

Tentu aja dalam diem bangga-bangga trenyuh gitu. Gue ini apa? Jalan Pendaki itu apa? Tapi mereka mau mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, kemampuan, dan bahkan uang, untuk kebersamaan Komunitas Jalan Pendaki.



Terbentuklah Koor Club Japen dengan rincian:
Dewan penasehat: Acen Trisusanto, Ismail, Bagas
Ketua Umum: Aid
Ketua: Ikus
Wakil Ketua: Achmad Riyandi
Bendahara: Ayu Dhiyah
Sekretaris: Muhammad Alfian
Humas: Rizky Yandi, Fitri Nurrahmawati
Legal Adviser, Perlengkapan: Cakra
Kreatif: Riza Firmansyah, Febry Bramandika
Dokumentasi: Aprie
Perlengkapan: Sandi Andransyah, Sutan Syahril
Facebook Group Admin: Ginanjar Soemantri
Twitter Admin: Yudha Noviana
Setelah kehadiran mereka dalam hidup gue, terutama, hidup Komunitas Jalan Pendaki, perkembangan tentu aja makin besar dan meluas. Acara-acara yang makin membuat Komunitas ini dikenal banyak orang makin banyak. Tanpa mereka dan tentunya semua member, gak akan ada acara besar-besaran Kopdar Jalan Pendaki, gak akan ada kegiatan Komunitas Jalan Pendaki Peduli Sinabung, gak akan ada Kemping Ceria Gunung Kencana. Tanpa mereka, gak akan ada baju Komunitas Jalan Pendaki yang keren, sistem ID Member untuk melindungi membernya, gak akan ada perayaan ultah gue secara brutal membabi buta yang bikin gue nangis di kantor. Gak akan ada banyak kenangan yang mungkin gak bakal bisa gue lupain.






Perlahan tapi pasti, Komunitas Jalan Pendaki berkembang bukan hanya menjadi sebuah Komunitas, tetapi juga menjadi sebuah "Keluarga". 

Kami menyebutnya, Keluarga Jalan Pendaki: karena Jalan Pendaki bukan sekedar komunitas, Jalan Pendaki adalah keluarga. Dengan Tagline: Diam Di Sini Atau Ikut Bersama Kami!

Gue?

Lagi-lagi gue cuma bisa terharu, tanpa bisa berbuat apa-apa. Tanpa mereka, gue nothing. Tanpa Keluarga Jalan Pendaki, gue nothing.

Seperti sebuah keluarga pada umumnya, kami saling melindungi, saling support, saling memberi informasi, saling curhat, saling menyayangi, dan juga memahami. Ribuan chatting setiap hari muncul. Dari membahas hal yang sangat penting sampai membahas hal yang benar-benar sepele, seperti.... apakah warna celana dalam gue hari ini. Tapi karena bukan keluarga kandung, beberapa dari kami bahkan menemukan tambatan hatinya, kekasihnya, pelangi yang ada dimatanya, pasangan untuk sepatunya, cinta yang dicarinya selama ini. Awesome, kan?

Sementara gue?

......masih jomblo aja. 

Tengs.

Last but not least,

Inilah profil keluarga gue saat ini. Keluarga Jalan Pendaki dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan ratusan orang membernya yang gak bisa gue sebut satu-satu tapi, ketahuilah, meskipun kalian sering ngebully gue, meskipun gue masih jomblo, meskipun gue ganteng, gue sayang sama kalian gaes.

So, masih ragu jadi bagian dari Keluarga Jalan Pendaki?







***

Visit: 

Group Facebook Jalan Pendaki: https://www.facebook.com/groups/jalanpendaki/
Facebook Fanpage Jalan Pendaki: https://www.facebook.com/jalanpendaki
Twitter Jalan Pendaki: @jalanpendaki
Instagram Jalan Pendaki: @jalanpendaki
G+ Jalan Pendaki: +Jalan Pendaki 
Kontak via email di: komunitas@jalanpendaki.com
Join member Whatsapp Grup Jalan Pendaki: 083895623382 / 085695513013 / 081314822796

Atau kamu bisa isi *form di: http://goo.gl/forms/0XNi5gFRXQ

Ps: form akan direview setiap sebulan sekali, jadi harap bersabar yaaaa..

You Might Also Like

31 komentar

  1. pertanyaan terbesar yang masih menjadi tanda tanya adalah "ti*tit aid jadi di potong ga?"

    ReplyDelete
  2. Meweeek terkewek kewek baca nya bang.. semoga jalan pendaki tetap eksis, semoga keluarga jalan pendaki tetep rame dan semogaaaaaaaaa kejombloan babang segera teratasi

    Hahahahahhaahahaa

    ReplyDelete
  3. Tanggal terbentuknya ko ga ada ya bangcen?
    Kapan HarJapen?

    ReplyDelete
  4. akhirnya saya mengerti sejarah percintaan nya #ehh

    ReplyDelete
  5. Greatluck for everything blogger fav gw buat japen nya. Seneng pernah bisa hadir ditengah kalian :')
    Btw masih jomblo juga teryata. kirain udah nyantol sama salah satu anak japen :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh pernah. Oh jadi udah gak anggep keluarga lagi. Oh~

      Delete
    2. ahahahhaah babangkuuu... masih dong ah! :*

      Delete
  6. bang ikutan dong jadi keluarga jalan pendaki gimana caranya, by the way visit blog ane bang di guesimple.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ricky, biasakan baca blog gak di skimming ya, itu ada di paling bawah! Tabok nih!

      Delete
  7. Ada dan bersuara disaat semua orang diam
    Menjadi penawar diantara jeda tawa dan tetes airmata
    hidup japen...
    hahahaha lebay ya...!
    omong omong kapan ya ane bisa nulis sesantai ini
    #sungkem babang

    ReplyDelete
  8. ooo jadi gitu toh ceritanyaaa... *ngangguk-ngangguk*
    hebat hebat!

    ReplyDelete
  9. Mantapbang. terpesona gue sama ni blog... O.o

    ReplyDelete
  10. Baru baca2 nih malam artikelnya dh suka bgt n menarik...sungguhhhh aq tak berbohong.wekawekaweka..😜

    ReplyDelete
  11. Gue pengen BGTZ dong bang gabung sm Jalan Pendaki, sapa tau bisa merubah status gue *nangis bombay

    ReplyDelete
  12. Komunitas Jalan Pendaki keren juga ya. Nice

    ReplyDelete
  13. Bang jadiin gua member wkwkwk
    #penuhharapan

    ReplyDelete
  14. Bang, mau donk daftarin jadi member nyaaaa😂😂😂😂

    ReplyDelete
  15. Bang, mau donk daftarin jadi member nyaaaa😂😂😂😂

    ReplyDelete

Silahkan komen yang baik, kalau gak baik nanti gua gebuk. Wekaweka.