Backpacker-an di Malioboro

Monday, October 17, 2016

Sumber
Backpacker adalah satu orang atau lebih yang melakukan perjalanan ke beberapa kota atau negara, mencoba berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat setempat, mengunjungi tempat-tempat wisata atau tempat menarik di kota yang didatangi.

Disebut Backpacker karena biasanya mereka hanya membawa kebutuhan perjalanan dalam satu ransel besar, sehingga perjalanan menjadi lebih simpel dan praktis. Para backpacker biasanya pandai mengatur budget perjalanan menjadi lebih hemat.

Mulai dari berburu tiket pesawat yang sedang promo, memilih penginapan murah di kota tujuan, menggunakan moda transportasi umum, agar mendapat harga yang lebih murah. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang penasaran ingin tahu banyak hal dan senang menerima tantangan

Kota Jogjakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang sering jadi tujuan para backpacker.

Budaya Jawa yang masih kental dalam kehidupan sehari-hari, kota yang damai, aura keraton yang masih kuat dan dicintai rakyatnya menjadi daya tarik tersendiri, di samping tempat-tempat wisata yang menarik.

Malioboro adalah salah satu spot wisatawan berkumpul, baik siang terlebih malam hari suasana di jalan Malioboro selalu ramai.

Pilihan penginapan yang bisa di pesan via Traveloka sangat beragam, mulai dari yang paling mewah dan mahal, hingga guethouse atau hostel yang harganya di bawah Rp 100.000. 

Untuk sebuah penginapan murah yang sering dijadikan tempat menginap para backpacker fasilitas di hostel atau guesthouse cukup memadai. Tempat tidur yang disatukan dalam satu ruangan, yang menyerupai sebuah asrama memungkin para backpacker bisa saling mengenal dan berinteraksi. 

Sumber
Mereka bisa saling bertukar informasi dan tentu saja menjadi menambah teman dalam perjalanan. Meski demikian, seorang backpacker dibalik keluwesan bergaul dan berinteraksi dengan orang lain, baik penduduk setempat atau sesama backpacker yang baru saling kenal, harus tetap berhati-hati.

Sedikit tips agar perjalanan backpacker-an Anda tetap aman, seperti:

- jangan memakai benda-benda yang mengundang perhatian atau berlebihan, 
- harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kota yang akan dikunjungi, 
- tetap waspada pada segala kemungkinan (berhati-hati atau waspada seringkali mirip dengan negative thinking, dan hal itu membuat orang yang berbicara dengan Anda akan kurang nyaman, jadi Anda harus mengemas kehati-hatian dengan rapi)
- Bersikaplah meyakinkan, bahwa Anda tahu tujuan Anda atau apa yang harus Anda lakukan. Agar tidak mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
- Di era media sosial seperti saat ini menemukan teman yang memiliki passion sama adalah hal yang mudah, maka akan lebih menguntungkan jika di kota yang Anda kunjungi Anda memiliki teman atau kenalan.

Jika Anda sudah menguasai trik-trik untuk tetap aman dalam perjalanan saatnya Anda memilih tempat wisata di sekitar Jogjakarta. Salah satunya yang paling unik dan menampilakn pemandangan yang eksotis adalah Gua Jomblang dan Gua Grubug, membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Jogjakarta untuk dapat sampai di lokasi.

Gua Jomblang adalah gua vertikal dengan hutan purba di dasarnya, untuk dapat masuk ke sana harus menggunakan peralatan caving gua vertical yang teruji aman dan didampingi pemandu yang berpengalaman.

Pemandangan di dasar gua sangat indah berisi hutan purba berupa pohon-pohon purba, aneka tumbuhan pakis dan lumut. Terdapat lorong yang berhiaskan stalagmit, stalagti, dan batu kristal yang indah. Lorong tersebut menjuju gua Grubug yang memiliki aliran air dari sungai Kalisuci. 

Sumber

Di gua Grubug ini lah pesona yang sesungguhnya, sinar matahari masuk hampir setinggi 100 meter hingga bentuknya seperti tiang cahaya, menerpa air yang menetes di ketinggian pemandangan itu semakin indah, maka tidak heran jika dikenal dengan sebutan cahaya surga.

Saat-saat terbaik mengunjungi Gua Jomlang dan Gua Grubug adalah pukul 10.00 – 12.00 agar bisa mendapatkan pemandangan yang indah dengan posisi cahaya matahari yang pas.

Biaya untuk berwisata ke Gua Jomblang untuk menyewa peralatan, termasuk guide, asuransi, dan transportasi membutuhkan hampir Rp1.000.000. Jumlah peserta tur dalam gua pun dibatasi, tidak lebih dari 25 orang, tujuannya untuk menjaga ekosistem dan kondisi gua.

Petualangan Anda sebagai backpaker akan lebih berkesan dengan mengunjungi tempat wisata yang berbeda.


Disclaimer:
This is a sponsored post. 
Jalan Pendaki nerima-nerima aja buat ngiklan selama masih ada hubungannya dengan jalan-jalan, outdoors, dan tourism. Iklan galau dikit juga gapapa sih asal bukan iklan pembesar anu. For advertising inquiries, please send me an email at info@jalanpendaki.com

You Might Also Like

11 komentar

  1. Ah jadi kangen Malioboro. Kangen pecelnya, trus belanja belanja. Huahahah.. :D Backpacker sik karena sukak nongkrong sama tukang becak, tapi gak bisa kalok gak belanja :p

    ReplyDelete
  2. Kalau bahas malioboro kaya gini jadi inges pas jaman SMK :-) Seru ya di jogja sana banyak turis tapi masih kental sama adat budaya sendiri :-) banyak bakpia pula :-D

    ReplyDelete
  3. Ah jadi kangen pesen Hotel pake Traveloka...

    ReplyDelete
  4. Bang acen tumben tulisanya bener...... wkwkwkwk

    ReplyDelete
  5. Baca tulisan ini bikin pengen lagi balik ke Jogja. Rindu Jogja dengan segala tempat wisata dan kulinernya huahhh

    ReplyDelete
  6. Duh udah beberapa kali ke Jogja belum sempet ke Goa Jomblang ituuuuu :'(

    www.irhamfaridh.com | Trisvelogue

    ReplyDelete
  7. malioboro jogja tanpa akhir, klo ke jogja main kesini memang tiada bosennya ya boss

    ReplyDelete
  8. Malioboroooo. Macetnya itu lho. Ehehehe. Tapi emang selalu seru sih, walaupun cuman lorong doang lurus gitu. \:p/

    ReplyDelete
  9. entah berapa kali ke Jogja pasti tetep bakalan seru!!

    Adis takdos
    travel comedy blogger
    www.whateverbackpacker.com

    ReplyDelete
  10. Bang fee ke Goa Jomblang-nya kok mahal binggits ya? Agustus kemaren gue kesana fee-nya cuma 350k.

    ReplyDelete

Silahkan komen yang baik, kalau gak baik nanti gua gebuk. Wekaweka.