Cara Packing Carrier Yang Nyaman

Kenapa cara packing carrier yang nyaman?

Karena benar aja gak cukup. Benar aja bisa disalah-salahin kan? #eh
Gak deng.

Kalau yang benar, kamu bisa googling pake keyword “cara packing carrier yang benar” and you’ll find berjuta tulisan soal itu. Kalau soal yang nyaman, kayaknya baru gua. Emang gua anaknya bikin nyaman sih. Cie gitu.

Karena kenyamanan itu penting banget!

Coba, kalau kamu punya pacar tapi gak dibikin nyaman, pasti bawaannya pengen putus melulu kan?

Tapi kalau udah kamu dibikin nyaman dan diperjuangin sebegitunya tapi tetep minta putus, sih…. elunya aja selingkuh. Bye.

Lah.

Intinya gitu, packing yang nyaman adalah sebuah kunci pendakian yang hakiki, agar tetap semangat selama di perjalanan.

Packing carrier gak kayak sembarang taro nesting di paling atas, karena kamu gak mendadak masak pas lagi ada ide di tengah gunung. Atau malah naro sleeping bag di paling atas, karena lo gak tiba-tiba pengen tidur di tengah jalur pendakian disebabkan oleh jalur yang bikin badmood.

Okay, daripada baper yang gak-gak, mendingan langsung aja yuk gua beberin gimana cara packing keril yang nyaman!

PAKE MATRAS (atau gak)
Ini hal pertama yang paling basic ya gaes, menentukan gimana kelanjutan packing carrier. Misal kamu memutuskan buat pake matras, masukin dulu matrasnya, buat melingkar di dalam keril, baru masukin barang-barang.

(+) Keuntungannya pake matras di dalam, keril bentuknya jadi lebih cantik dan lonjong sempurna. Teguh dan tegak lurus. Plus kalo lagi ujan jadi semacam ada pelindung tambahan jadi air gak langsung meresap ke sisi dalam keril. Ultimately, fotoable.

(-) Kerugiannya, hampir 1/4 space di keril jadi kebuang sia-sia. Asli, semacam udah gak bisa naro apa-apa lagi aja gitu saking full-nya. Trus jadi mager ngambil matras kalau misal mau ngampar istirahat agak lamaan di jalur.

Kalau gak pake matras yaudah, kita lanjut ke step berikutnya.

Ps: Ini khusus buat matras tentara item bulet yang digulung-gulung itu yes. Kayak gambar di atas pas gua lagi diajak ngobrol on-air di TVRI tadi pagi. Xixixi.

SLEEPING BAG
You need to know that, sleeping bag adalah barang paling magerin buat dibawa, TAPI WAJIB. You need to take a note about it. Suka gak suka, sleeping bag wajib dibawa. Meski nyebelin dan magerin.

Biasanya, emang ukuran sleeping bag, terutama merk bajakan itu tebelnya naujubillah. Apalagi kalo yang pake bahan dacron. Amit-amit tebelnya.

Tapi apa boleh buat yekan, kalau mau beli SB yang tipis-anget mumpuni harga selangit, jadi ya terima kenyataan beli SB murah meriah meski tebel.

Nah, jadi ditaro mana?

Karena sejatinya sleeping bag hanya dipakai saat tidur, seperti namanya, kantung tidur, maka letakkanlah di bagian paling bawah keril. Niscaya aman terkendali. Kayak yang gua bilang tadi, kamu gak akan tiba-tiba ambil SB trus boboan di jalur kan?

Kecuali, keril kamu kayak Consina Stronghold yang gua bawa di foto atas, kamu bisa seenaknya ambil itu sleeping bag kapan aja karena ada kompartemennya sendiri.

Ps:
Pastikan sebelum masuk ke keril, plastikin dulu SB-nya.

BUNTELAN BAJU
Baju juga merupakan barang WAJIB tapi nyebelin. Secara, kita gak mungkin naik gunung pake karung goni, yekan? Hellaw, it’s 2017!

Nyebelin karena kalau kita para ig-ers yang harus eksis, pasti mau bawa baju yang banyak dengan beragam warna dan genre biar bisa kece di foto.

Etapi gak usah mesti eksis ding, kalau super-rempong kayak gua yang musti ganti baju buat tidur, baju berangkat dan pulang harus beda, ya pasti bakal bawa banyakan. Maklumin, namanya juga pendaki virgo xixixi.

Nah, kalau gua, selain digulung-gulung, biasanya gua masukin baju dan aksesori lainnya di jaring-jaring tempat baju (biasanya gua dapet dari bungkus sendal gunung), lalu dimasukin plastik, baru deh ditaro di atas sleeping bag atau di sampingnya. Sumpelin aja. Because yea, kamu gak akan tiba-tiba ganti baju. Ribet. Tapi aku cepet keringetan dan risih pake baju basah kak?

Jawabannya adalah pakailah baju dry-fit. Ya kamu gak akan sejam sekali ganti baju cuma gara-gara basah kan? Yang ada, basah keringet semua nanti bajunya.

Oh oh, gua ada ide, bisa aja itu buntelan baju ditaro di tempat sleeping bag kalau keril kamu berkompartemen kayak Consina tadi, biar gampang diambil-ambil!

BARANG BERAT ADA DIMANA?
Nah ini sebenarnya lumayan agak bikin pusing yah, ada yang bilang di bagian paling belakang keril alias balik punggung, ada yang bilang di tengah-tengah, ada yang bilang di paling bawah.

Tapi, sebenernya perlu di define dulu sih, barang beratnya itu kayak apa. Buat gua, barang berat waktu naik gunung itu:
1. Nesting, beserta tempat minum, sendok garpu, kompor dan teman-temannya.
2. Air dan logistik pendukung macam beras sekilo, sop-sopan, dan daging.
3. Frame tenda dan bungkusan tendanya sekalian.

Nah, dengan pembagian gitu, seharusnya penyelesaiannya bisa gini:
a. Nesting dan teman-temannya tadi, taro di paling bawah setelah sleeping bag dan buntelan baju. Jadi urutannya sleeping bag dulu, buntelan baju, baru nesting. Atau sleeping bag + buntelan baju, baru nesting.

b. Setelah nesting, tarolah botol-botol air (yang gak diminum selama di perjalanan). Atau bisa jadi air di samping nesting. Biar enjoy dan gak berat sebelah, nesting di tengah air di samping kanan dan kirinya.

Atau kalau make water-bladder (tempat air beselang), bisa kamu taro di kantong dalam keril, biasanya tersedia di keril-keril berlogo H20. Tapi minusnya, water-bladder rawan bocor, malah bisa bikin banjir isi keril padahal gak hujan. Rasanya tuh kayak gak salah tapi disalah-salahin.

Emang dianya aja lagi nakal jadi cari-cari alesan mulu! Lah.

c. Frame tenda biasanya sih ditaro luar keril, atau kalau terpaksa masuk ya di samping kanan dan kiri sisi dalam keril aja biar jadi kerangka keril yang kokoh. Kalau bungkusan tendanya, bisa ditaro di atas nesting atau justru di paling bawah since bakalan cuma dipake pas udah nemu tempat berkemah.

Yang biasanya jadi tujuan akhir perjalanan sehingga bisa bongkar seisi keril dengan halal.

Huft capek juga ya, nulisnya banyak.

JAKET ANTI AIR (DAN JAS HUJAN)
Jangan sampai kelupaan. Jaket water dan windproof ini penting banget. Jas hujan juga penting, meskipun gua pribadi setelah merasakan nikmat dan simpelnya bawa payung lipet ke gunung itu jadi mager pisan euy bawa jas ujan.

Tapi, to be short, jaket anti air ini maupun jas hujan bisa digunakan sewaktu-waktu cuaca berubah. Misal lagi panas-panasnya eh mendadak hujan, atau lagi hangat-hangatnya eh mendadak cari masalah mulu biar putus. Huft. Lelah.

So, intinya adalah agar barang-barang ini bisa mudah diambil kapan aja, harus ditaro di tumpukan tertinggi barang-barang tadi. Atau kalau jas ujannya plastik cebanan dari minimarket, ya bisa ditaro di kepala keril bersama printilan lainnya.

KAMERA?
Oh yeah, kamera adalah hal wajib yang musti dibawa kini. Kecuali emang mager moto-moto atau kamu hire fotografer pendakian profesional (anyway, kalau mau hire gua juga boleh, dijamin foto kalian biasa aja hasilnya).

Nah, buat kamera aksi-bertongsis, bisalah ditaro sembarang kanan/kiri tapi berdiri persis kayak frame tenda perlakuannya. Kalau kamera biasa (pastikan ada tax kamera tersendiri), taruhlah persis di bawah jas hujan/jaket anti air. Jadi perlindungannya dobel.

But, if you bakal motret sepanjang jalan, ada baiknya bawa sling-bag (tas selempang) khusus kamera yang ditaro di luar keril jadi kamera bisa diambil kapan aja.

PRINTILAN & LOGISTIK (tambahan)
Jenis printilan amat sangat banyak, seperti P3K yang berisi: plester, koyo, obat merah, obat sakit kepala, obat halu, dan alkohol ini bisa ditaro di box khusus P3K terus ditaro di samping kamera atau under jas ujan. Kalau misal mau disebar juga bisa ditaro di kepala keril.

Headlamp maupun senter, dompet, slayer, baterai tambahan, bisa ditaro di kepala keril. Power bank dan charger hape maupun kamera bisa ditaro di box khusus dan diletakkan di bawah jas ujan. Atau di sling bag luar keril.

Kalau logistik tambahan kayak mie instan, buah, ciki, even minuman kayak UC-1000 maupun Hydrococo, bisa diselipin dimana suka, sebar aja. Kalau matras di luar keril, bakal enak banget nyebarnya, tapi kalo di dalam keril, biasanya space penyebaran logistik agak sedikit. Kalau semacam madu dan cokelat, sebaiknya taro di kepala keril. Atau disakuin aja, bakal dicemilin kok sepanjang perjalanan. Percaya deh!

Kalau menerapkan langkah-langkah cara packing carrier di atas, niscaya kamu akan merasa nyaman dan diberikan kenyamanan lahir batin.

Tapi ingat, kenyamanan masing-masing orang bisa berbeda, so, karena ini sifatnya cuma saran, jangan kaku-kaku amat, kamu bisa mix and match dengan cara-cara lain di luar sana.

Tentu aja ada yang lebih expert ketimbang gua yang bagai sisaan martabak. Mau diambil tapi malu, gak diambil tapi sayang. Akhirnya malah kebuang.

Ada yang lain gasi?

Kayaknya gak yah?

Tapi namanya manusia kan yah, udah berjuang kayak apa juga selalu ada yang kurang dan ada yang lebih baik. Katanya sih rumput tetangga selalu lebih hijau. Padahal bisa aja rumputnya sintesis yekan.

Duh kelepasan curcol mulu.

Etapi bener lho, kalau misal ada yang kurang, silakan kamu tambahin di kolom komentar ya. Karena berbagi tak pernah bikin kamu merugi.

Luv.

Ada hutan di Bekasi,
cukup sekian dan terima kasi.

Krik. Bye!

You might also like More from author

32 Comments

  1. Ridho K. Aditya says

    subhanallah …
    kereen bang, dari tulisan ini akhirnya saua pahami makna martabak sisa
    hiks

    speechless

    wuakakak

  2. Aldyan Yudha says

    Karna ini. Sekarang gue tau. Makan martabak harus abis..

  3. Malianury Grafiti says

    Dulu saya suka sekali camping dan hiking, skrg krn faktor usia jadi rada mudah lelah.. Keep spirit mas

  4. Anonymous says

    "Katanya sih rumput tetangga selalu lebih hijau. Padahal bisa aja rumputnya sintesis yekan." quotes of the day ! hahaha

  5. Unknown says

    Pengen banget mendaki , tapi ga punya temen yang mau diajakin main ke gunung..
    mereka sukanya main ke mall atau ga ke dufan doang hikss 🙁
    boleh saya sekalikali ikut bang acen ngendaki yaa ya ya 🙂

  6. amelia says

    jadinya, logistik beras, mie instan dll ditaro di tengah deket nesting ya?
    baju klo di gulung jd lebih makan space ga sih bang?
    bagus nih bahasannya biar packing ga brantakan..

    1. Acentris says

      asik, iya gua sih lebih suka bajju digulung kan bisa diteken2

  7. Fanny Joe says

    Bang, serius di bekasi ada hutan? Dimananya yaa…
    Kasih tau dong bang,pelisss…hihihihi

  8. siti afrianingsih says

    Bang ada video tutorial packing ga siapa tau bisa langsung di praktekin wkwk

  9. Benbageura Nihugo Yogaku says

    Btw, yg tebel bukannya bahan Polar ya, Mz? CMIIW, sih.

    Soalnya diriku demen pake Dacron KW gitu, sih.

    Lalu, itu Consina yg kemarin di Outfest, harga berapaan sih dry-fitnyaa.

    1. Acentris says

      huft bukan pedagang, polar mah tebel2 gak, dacron juga tau tebel pisan

  10. Agung says

    fokus ke foto jadi narasumber di TV, haha, keren bang acen, lanjutkan

  11. Abeng Sagara says

    Ane biasanya bawa selimut tebel buat tidur om, apalah daya diriku ini, SB kawe pun tak bisa kugenggam, apalagi dirimu oh kasih. Krik. Bhay.

  12. Reo FirstMedia says

    Jadi inget jaman²nya camping..
    Yg gw rasain cewe klo di gunung itu terlihat menarik semua.. walopun stlh sampe di bawah keliatan biasa² lagi.. hahaha.. seperti magic gitu deh hawa pegunungan hahahaa… ya ga sik..

  13. aryanto says

    Terbaik ka acen makasih tips dan triknya

Leave A Reply

Your email address will not be published.