7 Tips Tektok Gunung Untuk Pemula

Sebuah Catatan Tektok Dari Pemula

Tektok banget? Waw!

Itulah juga reaksi pertama gua mendengar kata tektok, bukan tiktok ya ingat. Antara takjub, geli, serem, sampai males banget buat ngebayangin perjalanan naik gunung yang gak ada ngecamp-nya. No, not for me, maybe.

Sampai pada sebuah kesimpulan bahwa gua gak akan pernah tektok. No, i don’t. Never in my life. Won’t do that shit, bitch. IN MY LIFE.

Gak akan gua naik gunung tektok. Nyusahin amat dah!

But, memang manusia sepertinya ditakdirkan tak bole membenci sangat maupun mencintai sangat, yang sedang sedang saja kalau kata Vetty Vera. #yousingyoulose

VETTY VERA BANGET YALORD. (Jebakan umur v.2)

Iya, seperti Bisma yang begitu mencintai Sinta dalam seri Ganteng-Ganteng Pendaki Galau berakhir dengan dikhianati Sinta sampek rasanya mau die aja. Cemen lah si Bisma itu.

Atau bagai gua yang anti banget naik sebuah gunung tanpa temen yang udah pernah naik gunung itu, malah akhirnya jadi leader di pendakian Pangrango gua, padahal belum pernah sama sekali.

Kemakan omongan sendiri lah intinya.

Soal tektok gunung ini, buat kaleyan yang sering mengikuti keseharianku di instagram (ngeselin sok seleb wkwkw) pasti dah tau lah ya gua sekarang dikit-dikit tektok, pecah telornya pas tektok Gunung Gede tahun lalu.

Alasannya karena ternyata tektok itu ASYIK! BANGET! GAK ADA DUANYA! GAK MAU DIMANJA! GAK MAU LAGI SYANTIK! KARNA KU LAKIK!

Bekla, ketimbang makin panjang dan ngablu kejauhan isi dari judul, langsung saja gua sampaikan sebuah kiat dari pemula untuk sesama pemula tentang tektok gunung yang asyik masyuk lagi syantik lagi manjah ini, ya:

1. Kuatkan Pemahaman Soal Tektok
Segala sesuatu pasti ada pemahamannya dulu yakan, nah, Anda harus paham kalau tektok gunung itu sejatinya adalah melakukan pendakian pulang pergi.

Wicis, berangkat naik, langsung turun. Gak ada ngecamp kecuali mungkin yang tektoknya dua gunung sekaligus kek tim tektok ke Arjuno-Welirang begindang.

Dengan memahami arti tektok, kiat berikutnya baru dapat kamu terapkan.

2. Olahraga Lebih Teratur
Bhaik. Pada setiap kiat-kiat soal pendakian gunung yang udah gua share tahun-tahun sebelumnya pasti gak jauh-jauh dari bawa-bawa olahraga teratur. Kenapa? Karena memang itu penting!

Kadang-kadang manusia tuh suka nyepelein mentang-mentang ‘cuma gunung cetek ini itu’ atau terlaly excited jadi lupa olahraga. Padahal core utamanya naik gunung adalah olahraga lho. As you know, naik gunung itu sendiri adalah olahraga yang bisa dibilang ekstrim.

Nah, kalau yang udah pernah naik gunung pas kurang olahraga dan pas cukup olahraga, pasti tau bedanya.

Tektok gunung sendiri itu levelnya bisa dibilang lebih ekstrim, lha kamu dipaksa menyelesaikan pendakian lebih singkat yha kan. Makanya dibutuhkan olahraga lebih teratur.

3. Gunakan Daypack Khusus
Ini gua gak jualan ya sist-bro, cuma memang kaleyan harus pake daypack khusus kayak yang gua pakai di bawah ini.

Seri yang gua pake ini adalah mountain runner hydropack punya Consina. Yang artinya emang buat lari-lari di gunung.

Jangan syok, baru tektok doang mah kayaknya gak ada apa-apanya ketimbang yang lari di gunung. Ibaratnya yah, tektok itu cuma latian buat mereka.

Yalord q makin merasa bagai sisaan bubur mutiara.

Nah,kenapa gua saranin mesti pakai daypack khusus? Karena kamu harus simak poin berikutnya.

4. Packingan Lebih Sederhana
Ini lanjutan sebelumnya. Biar mirip-mirip line today gitu lah di-list panjang-panjang padahal tiap nomer isinya halu doang. Wkwkw.

Sejatinya, yang paling menyenangkan dari tektok adalah barang-barang yang dibawa itu bisa berkurang hingga 3/4 barang yang biasa kita bawa kalau ngecamp.

Kita bakal kehilangan tenda, sleeping bag, nesting, sampek minyak goreng. ITU TUH BERAT BANGET!

Pada masanya, gua pernah bangga banget bawa keril berat, semakin berat semakin ganteng. Saat usia berbicara, HILIH KINTHIL YANG PENTING NAIK GUNUNG SENENG GAK USAH BERAT-BERAT BYE.

Barang bawaan saat tektok gunung sebenernya simpel tapi gak sepele, wicis, udah dikit lho, jangan sampe ada yang ketinggalan:

– baju ganti – ini juga bisa ditinggal di mobil/motor, misalkan naik kendaraan ke basecamp, atau malah nitip di basecamp soalnya bakal cuma dipakai pas pulang

– snack berenergi (sesuaikan dengan kebutuhan)

– makan siang dan malam siap makan, boleh ditaro di tupperware atau bungkus biasa (bisa beli di basecamp terakhir)

– payung/jas ujan (gua lebih prefer payung)

– flysheet (khususnya buat tektok dua gunung sekaligus atau buat leyeh-leyeh)
– kaos kaki ganti

– obat-obatan pribadi (wajib)

– air minum secukupnya (kebutuhan setiap orang berbeda)

– kamera mirrorless (hanya bila merasa perlu)

– headlamp (hanya bila ada pendakian malam)

– jaket windproof (outer aja, biasanya setipis sutra)

Banyak yha.

Tapi gak sebanyak kalau nanjak pada umumnya kok aku janji.

"Eh, foto-foto di sini dah, bagus!" Nick, temen sependakian tektok gua hari ini bersama Michael menemukan spot di surya kencana yang menurutnya keren banget. Sempet ragu karena lebih keliatan kek becekan rawa-rawa, ternyata tambahan kabut yang lagi turun bener-bener bikin spot ini magical situasyenel ekstraordinari profesionel. Terlebih saat surya kencana lagi rame-ramenya karena para pendaki mulai memadati gunung gede yang baru dibuka lagi per minggu ini. Spot ini bagai oasis di tengah dahaga akan foto baru yang mumpuni. Ditambah dengan dry-backpack kece dari @thisisindonesiastore, gua merasa makin amazing meski betis tampak bagai knalpot resing. Terima kasih spot founder sekaligus netijen lentudey: @theodorenickn, juga fotografer andalan sekaligus penemu batu mistis surya kencana: @michaelbrhm #exploregunung #thisisindonesian #thisisindonesianstore #gununggede #tnggp #consiners #explorependaki #livefolkindonesia #mountnesia #jalanpendaki #tektokteam #tektokers

A post shared by Acen Trisusanto (@acentris) on

Nah, di sinilah peran daypack khusus. Biasanya kalau bawa daypack pada umumnya, kalian akan masukin lebih banyak lagi barang. Maklum, manusia, suka gatel gitu kalo ada yang ruang yang kosong.

Mirip hati, baru jomblo dikit aja gatelnya gak karuan pengen gitu ada yang main ludo online di hati yang kosong yakan. #ehgimana wkwkw

Nah, kebanyakan hydropack yang gua sebutkan di poin ketiga tadi itu emang cuma berukuran 6-10 liter. Jadi, kaleyan justru akan pusing buat ngurangin bawaan, bukan malah nambahin.

Artinya, bakal bikin makin enteng dan menyenangkan!

5. Outfit Dryfit
Kata kunci dalam tektok adalah light hiking, jadi sebaiknya kita seenteng mungkin. Kalau sampai bisa melayang akan lebih baik. Tapi kamu manusia, bukan nenek gayung.

Gunakan outfit berbahan dasar jenis dryfit. Artinya cepet kering dan enteng pas dipake. Kalau kena gerimis, ditiup-tiup bentar udah kering. Lilin kali ah ditiup.

Kekurangannya baju dryfit cuma satu, bau. Kalo keringetan. Tapi yasud lah ya, ketimbang beban makin berat. Cukup sudah beban hidup dan percintaan yang berat, beban pundak jangan. Ntar susah kalau ada yang mau nyender. #eh

6. Gunakan Sepatu Khusus
Tektok itu terkadang bikin jumawa saking entengnya badan. Bawaannya pengen lari cimit-cimit baik pas lagi nanjak maupun turun.

Terakhir kali gua tektok Gunung Andong (cerita masih dalam proses penulisan), karena dadakan, gua pakai sepatu yang ada aja. Yaitu sepatu running nike ardilles warna biru langit kesayangan gua. Pas dibawa turunan yang bikin semi lari-lari gemas manja, selain licinnya bikin pengen kejledag kalau gak bisa tahan diri, sepatu gua berakhir dengan jebol mandjah. Sebel.

Nah, berkaca dari pengalaman sebelum-sebelumnya, gua tektok tetep pakai sepatu trekking tapi yang bahannya lebih enteng dipakai. Meskipun gak antiair, tapi temyata kuat menghadapi segala medan.

Denger-denger sih, memang ada sepatu khusus buat mountain running/trail yang emang dibikin khusus. Jadi lebih ens dipakai. Cuma gak ens di kantong, harganya bikin hasil qerja qeras bagai quda q terbuang buat kaki doang.

7. Temukan Teman Yang Seirama
Nah ini penting, bakal kontroversial sih, tapi ya tolong dipahami agar tak terpecah negeri ini.

Tujuan tektok sejatinya adalah menikmati pendakian gunung dengan lebih singkat. Alias batas waktunya jelas, nanjak-break bentar-puncak-break bentar-turun.

Dibantu dengan barang panggulan lebih ringan dan badan yang lebih fit, waktu untuk break seharusnya bisa lebih jarang serta langkah seharusnya bisa lebih ringan. Ditambah teman nanjak yang punya irama langkah senada, tektok gunung bakal makin enteng.

Kalau gak nemu temen seirama dan fine-fine aja jalan sama temen yang biasa nanjak bersama, go with them. Kalau gak punya temen, naik sendiri aja, seru kok! Tapi musti nyari gunung yang sesuai dengan kemampuan sendiri ya.

Etapi kalau kamu sampe gak punya temen sih coba mikir lagi dah, jangan-jangan kamu nyebelin? MWAAHAHAHAHAAHA.

Gak kok, kadang emang kita butuh merasa sendiri, jadi ya bae-bae aja kok jalan sendiri.

8. Eng… ehmmm…

Judulnya cuma 7 sist, lagian kalau kebanyakan itu jatahnya para pro-tektokers, sebagai pemula, yang sedang-sedang saja ya.

Semoga membantu, buat para pro-tektokers yang mau nambahin, cuss komen di bawah ini.

You might also like More from author

6 Comments

  1. arista says

    Akhirnya udpdate juga setelah 87344940 purnama. Akhir taun kemaren baru nyobain tektok gunung bongkok+lembu, cihuyyy. Cerita dong, bang, lu udah pernah tektok gunung mana aja.
    Btw, pict terakhir nganu.

  2. CatherineMahardika says

    Indeed…neer ngeeets!!
    Kita karang jd tagihan tektok dah…
    Malesan klu diajakin ngekem!
    Positipnya memotipasi diri wat push 2 d limit,
    srasa rongga dada lebih lebaran pas kelar tektokan, apalagi klo ditargetin waktu dan tercapai!bangga mix jumawa jiwa raga krn tnyata akubisaaaaa! Eeeaaaa…Fix, kuburan sempit, ngoahahahaa….negatipnya nganu, prabotan jd lumutan tak teraba raba, jualin pa ya wat modal kaweeeen **lageeeh, eeeh…gimana gitu yaaak….wekekekekek, kuy lah pan kapan barengan

    1. Acentris says

      lha iya, peralatanku juga sudah merana hahaha yuk barengg

  3. blog game menarik says

    wah senengnya yang sudah pernah naik gunung pas mudanya, bisa jadi cerita buat anak cucu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.