Fjallraven Kanken No. 2 Navy

Sebuah Review

Sebuah Fjallraven Kanken No. 2 Navy mendarat manis di hadapan gua.

Ragu-ragu, gua mengambilnya dari tangan koko Andrew, founder sekaligus Digital Marketer dari Wearinasia, dengan senang hati, sekaligus takjub sekali dan gemas karena tas punggung kekinian yang lagi ngehits di Indonesia belakangan ini akhirnya ada di genggaman gua.

Sebagai seorang pejalan low-budget, yang kalau bisa semurah-murahnya tapi tetap nyaman, varian backpack Fjallraven Kanken ini out of my budget banget! Seri Fjallraven Kanken No. 2 Navy ini aja harganya bisa bikin gemeteran sekali lihat meskipun naksirnya udah sampe ke ubun-ubun. Mau beli dimana aja harganya tetep sama, Rp2.299.000. Sebel kan ngeliatnya?

Ya meskipun yang paling populer adalah varian Fjallraven Kanken Classic dengan harga Rp1.399.000 sih. Tetep menohok tenggorokan dan dompet yang tipis ini kan.

Bersyukur punya banyak temen yang keren-keren kayak koko Andrew, gua akhirnya bisa ngejajal juga tas super keren yang begitu gua pake, impresi pertama gua adalah…

…asli gua merasa kehilangan maskulinitas. It was just.. not fit in me.

Fjalraven Kanken No. 2 Navy

Gua merasa sangat rapuh. Bagai kepiting rebus yang telah diremuk cangkangnya dan hm enak nih dimakan pake nasi anget.

Di desain langsung buat anak-anak SD di Swedia biar gak ganti-ganti tas sampe SMA, wajar aja kalau impresi gua kayak mau-mau gak. Mau tapi rasanya jadi lemah, gak mau tapi laham. Serba salah.

Atau mungkin karena gua kebiasa aja bawa backpack-backpack gunung kayak Deuter ACT Trail Pro, Consina, maupun tas-tas sporty ala Reebok dan Converse. Jadi semacam ‘gak pas’ aja imejnya di punggung gua.

Sampe akhirnya gua pakai kurang lebih sebulan, dan impresi gua berubah banyak.

Dengan gaya simpel minimalis dan ukuran standar 13 inchi, Fjallraven Kanken No. 2 Navy yang gua punya ternyata gak sekecil dan serapuh yang gua bayangkan.

Memang, imej awal make ginian tuh lebih cocok buat anak gaul hipster kekinian yang pake kacamata gak minus bulat-bulat, kaos kedombrangan, celana pendek warna khaki, sepatu sneakers, dan suka nenteng totebag di kanan kirinya. Since tali punggung si Kanken ini emang tipis berdiameter kecil tanpa bantalan kayak tas sporty pada umumnya.

Pagi ini aku terhenyak karena sinar mentari menyusup jendela kamar tidurku membangunkanku dari mimpi penuh teka-teki tiada henti namun harus tetap kujalani demi mendapatkan uang ratusan jeti untuk modal pernikahan dini. Sadar hanya mimpi, aku bangun dengan rasa kecewa menghampiri sambil berbisik: yah gak jadi menikah dini. Tapi kamu jangan ikutan kecewa juga yah, karena ada voucher senilai Rp175.000 setiap pembelian apapun, (kayak tas #kanken gemay yang gua pake di foto tuh) dengan minimal purchase Rp1.000.000 di @wearinasia pakai kode JALANPENDAKI. Anyway, gak berlaku buat produk yang udah didiskon ya. Kapan lagi yekan dapet voucher banyakan! Yuk ah langsung cabs ke wearinasia.com. Ps: In collaboration #jalanpendaki x #wearinasia #fjallravenkanken #backgenic

A post shared by Acen Trisusanto (@acentris) on

Surprisingly,

Meski terlihat imut cimit-cimit, Kanken ternyata memberikan kepuasan yang cukup. Diam-diam bisa nyimpen laptop gua yang berukuran 13 inchi juga. Bisa masuk kamera, baju ganti (selalu gua bawa mengingat bisa aja ada orang gila yang tiba-tiba nyiram-nyiramin air comberan kapan aja), sampe alat mandi dan buku bacaan di kereta. Meskipun tali punggungnya kecil, saban gua bawa barang banyak tadi, sampe detik ini sih gak kerasa berat dan entah kenapa lebih pas aja gitu strong. Masih beratan beban hidup barbel 5kg ditenteng tangan kanan kiri.

Surprise lagi, ternyata ini Kanken terbuat dari bahan kece yang bikin mereka anti air, cipratan atau gerimis kecil sih mostly, kalau ujan gede deres banget sih ya minggir dong neduh. Lagian siapa sih yang kalau ada ujan gede banget malah nerobos aja di tengah jalan? Heran.

*padahal dirinya sendiri pernah motoran di tengah hujan lebat sambil nangis kenceng biar tersamarkan air matanya wkwkwk*

Selain gak cemas soal hujan dadakan tanpa perlu keluarin raincover, itu coklat-coklat yang nyembul di bagian atas tas bukanlah hanya sebuah pajangan saja. Namun, benda layak guna yang bisa jadi pegangan di kala lelah ngegendong tas maupun lelah akan masa depan yang terlihat suram. Jadi selain digendong, Kanken mostly juga bisa digenggam dengan pasti, sebelum ada tangan pasangan yang masih jauh di antah berantah waktu. Sad tapi praktis.

Overall, if you can deal with perasaan kurang maskulin di awal-awal dan harga yang lebih mahal dari tarif kosan bulanan, boleh gua bilang, ini Fjallraven Kanken No. 2 Navy, cucok banget buat backpack keseharian kamu. Dibawa adventure dikit-dikit ke kebon yang beranjak tinggi macem Munara dan Gunung Batu juga masih okay.

Jadi kesimpulannya,Fjallraven Kanken No. 2 Navy ini,

Harga: Kategori mahal, seri yang gua pakai Rp2.299.000, tapi seri lain Rp1.399.000
Back System: No back system, backpack aja biasa gitu
Kompartemen: Berukuran16 liter, ada kompartemen khusus laptop beserta bantalannya. Serta ada tempat barang-barang imut segede kotak pensil di luarnya.
Material: G-1000, material khusus ala Fjallraven
Berat: Berat kosong mungkin sekitar 500 gram, cukup enteng
Rain Cover: No rain cover, bahan udah anti air (level gerimis, bukan banjir)
Warna: Banyak varian, cek langsung di Wearinasia.com

 

You might also like More from author

1 Comment

Leave A Reply

Your email address will not be published.