Ada Apa Dengan Cilacap?

“Rangga!!” Cinta berseru, seru sekali sampai pekak telinga orang-orang disekelilingnya.

Kemudian yang dipanggilnya, berbalik arah dan berkata….
“Gue mau pergi ke Cilacap! BYE!”

***

Yak! Tentu saja, potongan cerita di atas bukan diambil dari adegan film Ada Apa Dengan Cinta yang laris manis sejak jaman gue masih duduk di bangku SD. Dan entah kenapa teman-teman kala itu sok iye banget tersihir semua dengan film tersebut. Ada yang tiba-tiba pinter berpuisi.

Ada yang setiap hari bersenandung soundtracknya. Ada yang jadi ngefans sama Melly Goeslow. Bahkan ada yang delusional merasa dirinya Dian Satro dengan nambah-nambahin nama Sastro di belakang namanya.

Tapi, sedari kecil gue udah ikut golongan hipster, jadi sampai setua ini belum sekalipun nonton film itu. *padahal emang gak ada duit buat nonton* *lalu sering muncul di tv* *lalu males*

Namun, yang terlintas di benak gue sekarang, apa iya bocah SD udah begitu kelakuannya??

Okay, skip.

Di sini sejatinya gue mau menceritakan gimana nasib dua bocah yang ngebolang sampai ke Pulau Nusakambangan di Cilacap sana tanggal 8-10 Maret kemaren.

Sebulan sebelumnya, gue udah merencanakan pergi ke Ujung Genteng bersama dengan bocah-bocah tengik @tiannn_ @nugroz_ dan @SiOchoy.

Tapi ya… Kesempurnaan hanya milik Alloh dan kekurangan milik Bunda Dorce maka dari itu rencana hanya tinggal rencana… *menatap awan*

Tapi ternyata @SiOchoy masih tetap bertahan untuk pergi, begitu juga dengan gue.

Akhirnya trip impulsif kami dimulai dari rencana pergi ke Green Canyon, Bandung, sampai rencana ke tempat lainnya. Namun, sampai kami akhirnya ketemu di tanggal 8, masih belum diputuskan mau pergi kemana. Buta. Blind. Ngawur. Ngaco. Dan berakhir berantem di telpon.

Tapi, tiba-tiba tercetus ide brilian: “Gimana kalau ke Cilacap aja? Kita bisa ke Pantai Teluk Penyu dan ke Pulau Nusakambangan!” kata gue berbinar.

“Cilacap? Kampung lo kan? Boleh yuk!”

Dan pembicaraan itu berakhir dengan kami bergegas pergi ke Kampung Rambutan guna mencapai Cilacap via Bus antar kota Gapuraning Rahayu.

“Berarti lo pulang kampung ya…” kata @SiOchoy tiba-tiba dalam perjalanan.

Bener juga. Berarti gue pulang kampung ya?

Jadi inget gue belum pulang-pulang ke kampung halaman tiga kali puasa dan tiga kali lebaran. *serasa bang thoyyib* *joget-joget*

Jam 3 pagi esoknya kami sudah sampai di Cilacap. Dijemput oleh bapak-ibu di terminal sambil berlinangan air mata karena anak lelaki satu-satunya ini akhirnya pulang kampung. Lalu kami saling berpelukan dalam isak tangis…. #lah #ngapa jadi tali kasih begini

Balik lagi ke inti cerita.

Bahwasanya kami akhirnya sampai di Cilacap setelah perjuangan berat gue melawan beser (baca BB1 dan BB2). Setelah sempat beristirahat di rumah mungil keluarga gue, jam 9 pagi kami bergegas sebelum mager menuju Pantai Teluk Penyu yang jaraknya cuma selemparan kaki dari rumah.

Kaki Nabi Adam.

Yah, namanya juga daerah pesisir ya bok, jam 9 pagi terik matahari udah serasa jam 12 siang. PANAS BENER!

Maka dari itu, gue tidak lupa mempersiapkan sunblock dengan SPF cukup tinggi biar gak makin item. Bukan apa-apa, semakin tanned kulit gue, semakin terlihat gembel. *melengos*

Oiya, kami udah sampai Pantai Teluk Penyu, nih!

Sayang banget, dulu seumur-umur gue masuk pantai ini gratis.
Sekarang dipajakin 6000-an per orang. Tapi pantainya tetep kotor 🙁

Berhubung kami belum sempet sarapan, jadi embat aja lah ya mendoan yang masih panas ini. Enak banget loh ini, kalo kata Benu Buloe: Laziiiis! Serebuan aja harganya.

Ditambah minum segarnya es kelapa muda murni ini :9

Rp6000 aja kakak. Murah meriah mantap!

Setelah bernegosiasi dengan tekong (sebutan yang empunya kapal lah) akhirnya disepakati Rp50.000 buat nyebrang dari Pantai Teluk Penyu ke Pulau Nusakambangan PP.

Sejatinya sih, harganya gak semahal itu, konon kalau lebih dari 5 orang bisa mencapai Rp10.000-Rp15.000-an aja per orang. Eits, tunggu dulu, ke Pulau Nusakambangannya cuma bagian Timur saja. Tepatnya daerah Karang Bolong.

Nah, kalau daerah Pulau Nusakambangan yang punya pantai terkenal namanya adalah Pantai Permisan.  Pantai Permisan itu keren sih. Selain masih asri dan banyak karang bertebaran dimana-mana, pantai tersebut juga terbagi jadi dua bagian. Satu sisi pantai pasir putih, sisi sebelahnya pantai pasir besi. BERSISIAN. Keren deh pokoknya.

Tapi, menuju Pantai Permisan susah bener ijinnya. At least, kita harus punya ‘orang dalam’ dulu biar bisa masuk. Selain itu, biaya masuknya juga besar, mobil pribadi dipatok Rp600.000an. Rombongan minimal 10 orang dengan mobil yang ada di sana, dipatok sekian (maaf, lupa :p). Sepadan sih dengan medannya.

Selain harus melewati jalur Lapas, jalur menuju pantai tersebut juga gak begitu bagus. Masih banyak babi berseliweran, ular melata-lata, dan binatang buas lainnya siap memberikan surprise di ujung jalan.

Gak cocok buat kantong backpacker ingusan yang ngeteng kayak kami begini.

Back to Karang Bolong. 

Welcome yes!

Biarpun gak sampai Pantai Permisan, di Karang Bolong juga bisa ditemui banyak hal yang menarik loh!

Ada Pantai Karang Bolong dengan pasirnya yang halus lembut memanja. Ada gua-gua yang cukup menyeramkan. Adapula bangunan peninggalan jaman dulu yang membuat bulu kuduk merinding.

 

 

 

 

 

 

 

 

Nah, buat menikmati spot-spot kece itu, cuma dipungut biaya gak seberapa loh! Rp4000 aja per orang. Kiyuw!
Jadi pengen banget ya ke sana ya? *ketawa setan*

 

Salam jalan-jalan!

You might also like More from author

26 Comments

  1. hananan says

    Hmmmmh…. pantainya kotor gitu. Hmmmh…

    1. Acentris says

      Iya mas, kotor bener, kurang dijaga inih 🙁

  2. leniwiw says

    wah pemandangannya indah ya 🙂 apalagi harganya juga gak mahal. wisata murah meriah dan lebih tau lagi tentang alam Indonesia

    1. Acentris says

      Makasih mba sudah mampir ke sini! :3
      Yuk mampir ke wisata alam indonesia yang murah meriah lainnya! 🙂

  3. faiqoh says

    heh, jadi batal ke green canyon, malah ke nusakambangan.. aah, cen, ke green canyon dong… *udah ngimpi banget pengen ke sana* :p

  4. bocah petualang says

    Sewajarnya lah kalau izin ke Pulau Nusa Kambangan ga gampangan ngurusnya.

    1. Acentris says

      Iya, wajar banget. Namanya juga bukan daerah pariwisata sih…

  5. auliavidya says

    kok keliatannya susah bener masuk nusakambangan? boleh ngecamp disana nggak mas bro? salam kenal ya

    1. Acentris says

      Iya, soalnya kan sejatinya itu wilayah restricted. Paling mungkin untuk kemah di Karang Bolong. Pantai yang ujung agak sepi… Hehe. Salam kenal! Thanks sudah mampir! 🙂

    1. Acentris says

      depan teluk penyu mbak yu. tapi udah keburu capek pas mau mapir sana. hahaha

  6. alfa dolfin says

    Thanks sharing menariknya. Nusakambangan salah satu impian yang belum tercapai. Entah kapan bisa kesana. Selalu memikat aja. Salam. Adolf

    1. Acentris says

      Wah! Thanks juga atas kemampirannya mas adolf! Kalau suatu saat mau ke Nusakambangan, jangan sungkan hubungi saya. sya bantu. #buknatravelagen

  7. buzzerbeezz says

    Ada cerita lain tentang peninggalan Portugis di sini gak Cen? Aku kok malah tertarik pengen tau soal itu ya pas ngeliat foto meriam di atas

  8. Acentris says

    Kalau seingetku, cilacap dulunya buat benteng pertahanan dari serangan penjajah. Ada di Nusakambangan ada di Benteng Pendem mas. Berhubung udah capek, aku gak ke Benteng Pendem. Selain bernilai sejarah, Benteng Pendem juga bernilai sangat mistis. Hahaha. Mengenai Portugis… ehm…. aku buka buku sejarah dulu. Mihihihi :3

  9. jejakbocahilang says

    Spot buat uji nyalinya keren ( foto tiga dari bawah )….kapan-kapan saya ikut yah dik Rangga :p

    1. Acentris says

      Emang agak horror mase. Aku aja ke sana merinding2. Belum aja ke benteng pendem. Beuh!

  10. sasti yusuf says

    kalau dari stasiun Maos mau ke Nusa Kambangan naik apa ya mas baiknya? terimakasih 🙂

  11. sasti yusuf says

    kalau dari stasiun Maos ke kota cilacap naik apa ya mas?

  12. Dewangga says

    ada informasi kost atau hotel murah buat rombongan backpacker di sekitar cilacap?

Leave A Reply

Your email address will not be published.